Free Float Lebar, Investor GPSO Bertambah Usai Rencana Akuisisi Jumbo
PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO) menyelenggarakan RUPS Luar Biasa (RUPSLB) di Jakarta, pada Jumat, 19 Desember 2025 salah satu agendanya adalah perubahan Dewan Komisaris dan Direksi
EmitenNews.com - Manajemen PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO) melaporkan peningkatan jumlah pemegang saham sepanjang Januari 2026, seiring dengan meluasnya kepemilikan saham publik Perseroan yang jauh melampaui ketentuan free float bursa.
Berdasarkan laporan bulanan registrasi efek, jumlah investor GPSO hingga akhir Januari 2026 tercatat mencapai 4.921 pihak, meningkat dibanding 4.506 pihak pada bulan sebelumnya. Dengan demikian, terdapat penambahan 415 pemegang saham dalam satu bulan pertama tahun ini.
Lebih lanjut, manajemen GPSO mengungkapkan bahwa jumlah saham tercatat Perseroan per akhir Januari 2026 sebanyak 666,74 juta saham. Dari jumlah tersebut, sebanyak 340,37 juta saham atau setara 51,05 persen dimiliki oleh publik dan dikategorikan sebagai free float.
Adapun pemegang saham pengendali GPSO saat ini adalah PIMSF Pulogadung, yang menggenggam 326,37 juta saham atau 48,95 persen dari total saham tercatat Perseroan. Dilaporkan juga, penerima manfaat akhir kepemilikan saham Perseroan atau ultimate beneficial owner/UBO adalah Kurniawan Eddy Tjokro.
Sebagai informasi, PIMSF Pulogadung yang merupakan bagian dari raksasa industri mekanikal Tjokro Group, resmi mengambil alih GPSO pada akhir 2025. Pascapengambilalihan tersebut, GPSO bersiap melakukan konsolidasi aset strategis guna memperkuat rantai pasok dari hulu hingga hilir.
Mengacu pada keterbukaan informasi yang dirilis Rabu (21/1/2026), GPSO telah menandatangani Kesepakatan Induk Jual Beli Awal (Conditional Sale and Purchase Agreement/CSPA) untuk mengakuisisi sejumlah aset senilai Rp700 miliar dari entitas terafiliasi, yakni PT Morita Tjokro Gearindo (MTG) dan PT Jaya Indah Casting (JIC).
Aset yang akan diambil alih meliputi 75 persen saham PT Pulogadung Tempajaya (PTJ), 70 persen saham PT Tjokro Bersaudara Komponenindo (TBK), dan 70 persen saham PT Jakarta Marten Logamindo (JML), serta aset tanah dan bangunan yang berlokasi di Kawasan Industri Jababeka I dan Kawasan EJIP Bekasi.
Aksi korporasi ini diproyeksikan akan mendongkrak nilai perusahaan secara signifikan. Setelah akuisisi tahap awal efektif, total aset GPSO diperkirakan meningkat menjadi sekitar Rp900 miliar, dengan ekuitas mencapai Rp750 miliar.
Untuk mendanai rangkaian transaksi tersebut, GPSO tengah mengkaji sejumlah alternatif pendanaan yang dinilai paling optimal, termasuk melalui skema share swap inbreng saham dalam Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) maupun penggunaan instrumen utang.
Manajemen menegaskan bahwa seluruh aksi korporasi akan dilaksanakan dengan tetap mematuhi ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia, termasuk melalui proses penilaian kewajaran transaksi oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) yang independen.
Related News
SMMA Tambah Amunisi Anak Usaha Rp800 Miliar, Bunga 8,25 Persen
Mandiri Terang Divestasi 4,52 Persen Saham PEGE, Nilainya Rp23,15M
Transformasi Pasca-Akuisisi: LAPD Ganti Logo dan Siapkan Tender Wajib
Salurkan Bansos Rp15 Triliun, Bank Mandiri Jangkau 7,45 Juta KPM 2025
EDGE Go Private, Simak Ini Alasannya
Proses Right Issue, Pengendali Borong Saham IRSX Rp64,38 Miliar





