INET Raih Kontrak Penjualan Bandwidth 10 Tbps ke WIFI 10 Tahun
ilustrasi kebutuhan jaringan internet. DOK/ISTIMEWA
EmitenNews.com - Sinergi Inti Andalan Prima (INET) kembali mencatatkan pencapaian strategis di lini bisnis infrastruktur telekomunikasi. Perusahaan resmi mengumumkan telah mengantongi kontrak penjualan Bandwidth International 10 Terabit per detik (Tbps) kepada PT Solusi Sinergi Digital alias Surge (WIFI), dengan periode kontrak jangka panjang selama 10 tahun ke depan.
INET akan menyediakan kapasitas Bandwidth Internasional untuk mendukung kebutuhan jaringan Surge, yang tengah agresif memperluas layanan fiber-to-the-home (FTTH) dengan target 40 Juta pelanggan, jaringan edge, dan layanan digital di seluruh Indonesia.
Kapasitas 10 Tbps akan dipenuhi secara bertahap sesuai jadwal yang disepakati.
INET memanfaatkan infrastruktur backbone nasional, kabel laut, serta interkoneksi internasional yang sebelumnya diperkuat melalui kerjasama IRU SKKL dengan PT Ketrosden Triasmitra Tbk (KETR).
"Kontrak jangka panjang ini membuktikan kepercayaan pasar terhadap kualitas dan kapabilitas infrastruktur kami. INET siap mendukung Surge dalam mengembangkan layanan internet berkecepatan tinggi di berbagai wilayah,” ujar Muhammad Arif , Direktur Utama INET dalam keterangan Pers nya.
Surge saat ini tengah melakukan ekspansi besar-besaran di segmen FTTH dan edge data center melalui anak usaha PT Integrasi Jaringan Ekosistem (IJE) dengan Brand StarLite . Pasokan bandwidth yang stabil dan scalable serta Efisien dari INET menjadi faktor kunci bagi keberhasilan ekspansi Surge.
Aif menambahkan, dampak positif bagi INET adalah memberikan recurring revenue jangka panjang (10 tahun), memperkuat posisi INET sebagai penyedia wholesale bandwidth di pasar nasional dan mendorong utilisasi infrastruktur backbone dan kabel laut INET yang kini makin lengkap.
INET sebelumnya telah melakukan Kerjasama IRU SKKL dari KETR, sehingga kini mampu melayani kebutuhan bandwidth skala besar, baik untuk ISP, enterprise, maupun operator nasional.
Dengan kontrak baru ini, Perseroan melihat INET berpotensi membukukan pertumbuhan pendapatan yang lebih stabil dan memperluas portofolio pelanggan B2B.
Related News
5 Pentolan TOWR Ramai-Ramai Lepas Saham, Nilainya Tembus Rp51,4 Miliar
INPP Pacu Recurring Income Capai 75 Persen dari Pendapatan 2026
PACK Suntik Pinjaman Jumbo Dua Anak Usaha, Nilainya Tembus USD118 Juta
Allo Bank (BBHI) Siapkan Rp60,65 Miliar Lanjutkan Buyback Saham
Transformasi Portofolio, INPP Target Recurring Income 75 Persen
Hadirkan Solusi Embedded Finance, Bank Raya Gandeng Gaji.id





