EmitenNews.com - Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin mengatakan bahwa Pemilu merupakan tugas negara dan amanat konstitusi untuk memilih Presiden, Wapres, dan para anggota legislatif. Terkait dengan itu ia mengingatkan pentingnya pemilu dilaksanakan sesuai dengan aturan yaitu jujur dan adil (jurdil).


"Jurdil menjadi penting sebab untuk memberikan legitimasi. Jangan sampai ada hal-hal yang tidak terlihat jujur. Sebab nanti hasilnya kurang legitimate, dianggap kurang memenuhi unsur kejujuran dan keadilan,” tuturnya saat meninjau Sekretariat Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) di Kompleks Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah, Arab Saudi, Rabu (07/02/2024).


Wapres menambahkan bahwa adanya perbedaan pilihan dalam kontestasi Pemilu merupakan keniscayaan. Namun ia mengharapkan perbedaan pilihan tersebut tidak menimbulkan perpecahan masyarakat.


“Jadi istilahnya polarisasi pasti [terjadi], tetapi polarisasi yang tidak membawa keterbelahan,” pesannya.


Oleh sebab itu, Wapres meminta kepada seluruh pihak terkait agar lebih mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa di atas kepentingan politik dalam Pemilu. Sehingga, ia berharap khususnya kepada para pemenang kontestasi ini agar merangkul seluruh pihak, termasuk yang tidak mendukung atau memilihnya.


“Siapapun nanti yang menang, dia akan merangkul semua [termasuk yang tidak memilihnya], itu yang kita harapkan. Persatuan dan kesatuan bangsa menjadi lebih penting daripada Pemilu,” tegas Wapres.


“Apa artinya kita adakan Pemilu kalau hasilnya justru menimbulkan perpecahan bangsa kita,” imbuhnya menekankan.


Untuk itu, Wapres berpesan kepada para kontestan agar berkontestasi secara fair, kepada penyelenggara agar menjalankan tugasnya secara jujur dan adil, serta kepada masyarakat agar legowo (menerima) adanya perbedaan pilihan.


“Saya sering mengatakan kalau berbeda pendapat, katakan lakum capresukum walana capresuna [untukmu capresmu dan untukku capresku]. Walakum partaiukum, walana partaiuna [untukmu partaimu dan untukku partaiku]. Saya kira tidak ada masalah perbedaan,” ungkapnya.


Terakhir, Wapres kembali mengimbau kepada seluruh rakyat Indonesia di mana pun berada termasuk di Arab Saudi yang memiliki hak pilih agar menggunakan haknya dengan baik. Ia pun meminta, jangan karena faktor suka atau tidak suka lantas tidak berpartisipasi dalam Pemilu (golput).(*)