Ini Penjelasan Bank KB Bukopin Alasan Mundurnya 1.588 Karyawan
:
0
EmitenNews.com - Berita mengejutkan muncul dari Bank KB Bukopin. Sebanyak 1.588 karyawan ramai-ramai mundur dari bank yang baru saja diambilalih bank asal Korea Selatan, Kookmin Bank.
Belum diketahui secara persis latar belakang dan alasan karyawan keluar berjamaah dari bank yang didirikan pada 10 Juli 1970 itu. Tapi Sekretaris Perusahaan PT. Bank KB Bukopin, Tias Hardi, memastikan tidak ada paksaan dari perusahaan terkait pengunduran diri tersebut.
"Mereka mengundurkan diri secara sukarela. Tidak ada paksaan dari kami," kata Tias saat dikonfirmasi EmitenNews.
Tias mengakui dari pihak Bank KB Bukopin memang ada program pengunduran diri. Program ini merupakan salah satu langkah KB Bukopin untuk melakukan transformasi, termasuk pada aspek sumber daya manusia (SDM).
Program tersebut menawarkan manfaat lebih bagi karyawan yang sukarela mengundurkan diri. Salah satunya adalah pembayaran uang pesangon yang lebih tinggi dibanding pesangon seharusnya.
"Lalu asuransi individu dan keluarga karyawan juga masih akan ditanggung hingga 6 bulan setelah pengunduran diri. KB Bukopin juga memberikan pelatihan kepada karyawan yang mengikuti program pengunduran diri secara sukarela," jelas Tias.
Program pengunduran diri sukarela ini berakhir pada Desember 2021 lalu. Mungkin karena tawaran menarik tersebut hingga batas akhir program sebanyak 1.588 karyawan mengundurkan diri, sehingga jumlah karyawan Bank KB Bukopin yang tersisa saat ini sebanyak 4.800 karyawan.
“Di era yang semakin terbuka seperti sekarang ini, mungkin banyak karyawan yang berpikir ingin jadi entrepeneur, membuka usaha sendiri atau mungkin ada yang punya prinsip ingin pindah industri, bukan di bank lagi,” tutur Tias.
Related News
Anjlok 16% Sebulan Terakhir, Sandiaga Uno Borong 9,5 Juta Saham MUTU
Hashim Djojohadikusumo Ingatkan Risiko Rupiah Melemah, Bisa Rp22.000
Rupiah Menguat Tipis Usai Keputusan Fed Tahan Suku Bunga
PGAS Kantongi Kontrak Pasokan LNG Senilai USD1,5 Miliar
The Fed Tahan Suku Bunga, Harga Emas Antam Terpangkas
Tak Kompromi Soal Inflasi, Fed Masih Terbuka Naikkan Suku Bunga





