Intervensi Yen, Cadangan Devisa Jepang Anjlok Terendah Dalam 4 Tahun
:
0
Cadangan devisa Jepang merosot tajam sebesar USD79,58 miliar menjadi USD1,208 triliun pada akhir Agustus 2026.(Foto: Magnific)
EmitenNews.com - Cadangan devisa Jepang merosot tajam sebesar USD79,58 miliar menjadi USD1,208 triliun pada akhir Agustus 2026. Nilai tersebut menyusut dari posisi USD1,287 triliun pada Juli 2026 sekaligus mencatatkan level terendah sejak Oktober 2022.
Penurunan signifikan aset luar negeri Negeri Sakura ini terjadi akibat langkah intervensi pasar valuta asing secara masif yang dilakukan otoritas moneter setempat untuk menahan kejatuhan mata uang yen.
Berdasarkan data yang dirilis Trading Economics, Kementerian Keuangan Jepang mengucurkan dana intervensi valuta asing sebesar ¥15,4 triliun sepanjang periode 30 Juli hingga 26 Agustus 2026. Aksi pasar ini diambil untuk menopang nilai tukar yen yang melemah drastis.
Komposisi cadangan devisa luar negeri Jepang saat ini tercatat sebesar USD994,98 miliar. Jumlah tersebut terdiri atas kepemilikan sekuritas senilai USD839,56 miliar dan simpanan deposito sebesar USD155,42 miliar.
Dari total simpanan deposito tersebut, dana senilai USD154,98 miliar disimpan di bank sentral asing dan Bank for International Settlements (BIS). Sementara itu, deposito yang ditaruh di bank-bank berkantor pusat di Jepang tercatat sebesar USD409 juta, serta deposito pada bank di luar Jepang berjumlah USD25 juta.
Laporan tersebut juga mencatat posisi cadangan Dana Moneter Internasional (IMF) Jepang berada di angka USD11,42 miliar. Kepemilikan hak penarikan khusus (Special Drawing Rights/SDR) bernilai USD61,17 miliar, dan kepemilikan cadangan emas Jepang mencapai USD124,10 miliar.
Penyusutan instrumen moneter negara ekonomi terbesar ketiga di dunia ini berpotensi memengaruhi arus modal kawasan Asia, nilai tukar rupiah, hingga dinamika perdagangan bilateral RI–Jepang.(*)
Related News
Yen Menguat ke 156 per Dolar, Pasar Spekulasi Bunga BOJ Naik
Abu Krakatau Meluas, 8 Bandara Tetap Ditutup Hingga Pukul 09.00 WIB
Spekulasi Suku Bunga Fed Naik, Emas Tahan Penurunan di USD4.400
AS-Iran Memanas, Harga Minyak Global Meroket 10%
Dunia Cepat Berubah, Korupsi Parah, Indonesia Salah Arah?
Harga Beras dan Daging Masih Tinggi, BUMN Intervensi Pasar





