EmitenNews.com - Wall Street mengalami aksi profit taking (aksi ambil untung) pada pembukaan perdagangan Jumat (12/3) waktu setempat. Investor merealisasikan keuntungan dengan melepas sejumlah saham teknologi. Efeknya, saham berbasis teknologi tergelincir dari zona hijau.
Saham Tesla Inc anjlok 1,59 persen menjadi 687,66, saham Facebook Inc minus 2,90 persen ke posisi 265,93, Apple Inc tekor 1,19 persen ke level 120,49, dan Alphabet Inc GOOG ambles 2,59 persen ke level 2.060,03.
Menyusul koreksi saham teknologi itu, Indeks S&P 500 terpangkass 16,57 poin (0,42 persen) menjadi 3.922,77, Indeks Komposit Nasdaq ambrol 183,72 poin (1,37 persen) menjadi 13.214,95, dan Indeks Dow Jones Industrial Average naik 54,46 poin (0,17 persen) menjadi 32.540,05.
Nah, dari 11 sektor utama Indeks S&P 500, sektor teknologi terkoreksi 1,6 persen dengan kinerja terburuk dari sektor lain. Sedang sektor keuangan menanjak 1,4 persen berkinerja paling bagus.
Koreksi saham teknologi terjadi ketika imbal hasil obligasi pemerintah AS kembali mendapat sorotan. Acuan imbal hasil Treasury AS 10 tahun rebound menjadi 1,614 persen Jumat pagi. Itu menjadi level tertinggi sejak 5 Maret. Imbal hasil obligasi AS 30 tahun naik ke level 2,37 persen.
Presiden Joe Biden meneken Rancangan Undang-Undang (RUU) bantuan Covid-19 senilai USD1,9 triliun menjadi undang-undang (UU). Paket itu, termasuk pendanaan vaksinasi dan pengujian Covid-19, tunjangan tambahan untuk pengangguran, pembayaran langsung kepada pekerja AS, dukungan untuk usaha kecil, pemerintah negara bagian dan lokal, dan sekolah.
Tak ayal, pada Kamis (11/3) waktu setempat, indek-indeks utama Wall Street ditutup menguat. Bahkan, Nasdaq mengalami apresiasi lebih dari 2,5 persen. Sedang mayoritas bursa Asia ditutup bervariasi. Indeks Kospi menanjak 1,35 persen menjadi 3.054, Shenzhen naik 0,22 persen ke 13.897, Hang Seng minus 2,20 persen ke 28.739, Nikkei 225 surplus 1,73 persen menjadi 29.717, FTSE Malaysia tekor 0,84 persen menjadi 1.615, dan Jakarta Composite menguat 1,49 persen ke posisi 6.358. (abm)
Related News
Bursa Bergairah! Ini 10 Saham Transaksi Jumbo Saat IHSG Dekati 6.000
Allianz Indonesia Sulap Sampah Organik Jadi Produk Bernilai
IHSG Siang Ngegas 2,34 Persen Dekati 5.900, Market Cap Balik Rp10.000T
Respons Aduan NIKL, KADI Selidiki Impor Tinplate Asal Cina
IHSG Dibuka Melemah 1 Persen Usai Ngamuk 7,57 Persen, Tapi Naik Lagi
IHSG Makin Kinclong, Serap Saham BBCA, TLKM, BRIS, dan TINS





