EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi bergerak mix cenderung melemah. Itu selaras dengan gerak gerik bursa regional. Investor akan menanti rilis data dari neraca perdagangan Indonesia Oktober 2022 diperkirakan mengalami penurunan menjadi USD4,5 miliar dibanding bulan sebelumnya.


Perosotan neraca perdagangan mengikuti penurunan pada harga komoditas, dan koreksi pada permintaan. ”Kami perkirakan Indeks bergerak pada rentang support 6.965, dan resisten 7.035,” tutur Ayu Dian, Research Analyst Reliance Sekuritas Indonesia, Selasa (15/11).


Secara teknikal, Indeks membentuk candle bearish diikuti indicator stochastic telah death cross sehingga rawan untuk kembali terkoreksi. Namun, beberapa saham memiliki potensi naik untuk perdagangan hari ini antara lain PTRO, KEEN, AMAR, KAEF RAJA, ARTO, MDKA, dan GOTO.


Pada perdagang kemarin, Indeks minus 0,98 persen menjadi 7.019. Beberapa sektor mengalami koreksi antara lain technology minus 2,31 persen, energy tekor 0,96 persen, dan financial menukik 0,94 persen. Investor asing membukukan net sell pasar regular Rp1,12 triliun. Saham paling banyak dijual asing di antaranya TLKM, BBRI, ASII, ANTM, dan BBNI. 


Sementara itu, ketiga indeks utama bursa saham Amerika Serikat (AS) kompak melemah dengan dipimpin Nasdaq anjlok 1,12 persen. Para investor merespons negatif pidato anggota The Fed, Christopher Waller. Di mana, The Fed masih akan berpandangan hawkish walau tidak seagresif sebelumnya dalam menaikkan suku bunga.


Pagi ini, bursa Asia diperdagangkan mix. Indeks Nikkei 225 menguat 0,08 persen, dan Kospi melemah 0,23 persen. Pada ini Jepang merilis data GDP kuartal III-2022 terkontraksi 0,3 persen dibanding periode sebelumnya 1,1 persen. (*)