EmitenNews.com - Bank IBK Indonesia (AGRS) akan menerbitkan right issue maksimal 11.706.543.991 helai alias 11,70 miliar saham baru. Pengeluaran saham anyar itu, bernominal Rp100 per lembar. Berdasar skema, dana hasil right issue untuk keperluan modal kerja perseroan.

Manajemen Bank IBK mengklaim dengan peningkatan modal melalui right issue itu, struktur permodalan akan menjadi lebih baik. Selain itu, perseroan akan memiliki pendanaan cukup untuk menjalankan strategi usaha. Right issue akan mereduksi porsi kepemilikan saham 23,65 persen.

Nah, untuk kepentingan aksi korporasi tersebut, Bank IBK akan meminta restu para pemodal. Stempel investor itu, akan diminta dalam rapat umum pemegang saham luar biasa pada Selasa, 13 Februari 2024. Gelaran rapat akan dipentaskan pada pukul 14.00 WIB.

Lokasi rapat berada di Le Meredien Hotel, Sasono Mulyo Ballroom, Jalan Jenderal Sudirman Kav 18-20 Jakarta. Peserta alias para pemodal bisa terlibat dalam hajatan itu, harus tercatat sebagai pemegang saham pada Jumat, 19 Januari 2024.   

Setelah mengantongi izin dari para investor, right issue akan dihelat dalam rentang waktu 12 bulan. Selain itu, rencana itu bisa dipentaskan setelah mendapat pernyataan efektif penerbitan saham baru dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Pada 27 Desember 2023, Bank IBK baru mendapat setoran modal Rp1 triliun. Dana segar itu, mengucur deras dari Pemegang Saham Pengendali (PSP) yaitu Industrial Bank of Korea. Per 30 September 2023, ekuitas Bank IBK senilai Rp4,3 triliun, tumbuh 3,8 persen dibanding akhir 2022 senilai Rp4,1 triliun. (*)