EmitenNews.com - Pengusaha Prajogo Pangestu memuncaki daftar orang terkaya di Indonesia. Dalam rilis versi Forbes Real Time Billionaires, Jumat (10/11/2023), konglomerat era Orde Baru itu, menduduki peringkat pertama dengan total kekayaan USD38,7 miliar, atau sekitar Rp607 triliun (kurs Rp15.686). 

 

Prajogo Pangestu mengungguli Low Tuck Kwong yang sebelumnya berjaya sebagai orang terkaya di Indonesia. Forbes Real Time Billionaires, mendudukan Low Tuck Kwong di urutan kedua dengan kekayaan USD26,5 miliar, atau sekitar Rp415,6 triliun. 

 

Informasi yang dikumpulkan Minggu (12/11/2023), menyebutkan kenaikan kekayaan Prajogo Pangestu antara lain karena melesatnya harga saham emiten-emiten miliknya. 

 

Lihatlah. Pada Jumat, harga saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) melonjak 9,81 persen ke level Rp1.175. Sedangkan PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) naik 1,35 persen ke level Rp3.000 per saham. 

 

Publik Indonesia tidak asing dengan sosok Prajogo Pangestu, kelahiran Kalimantan Barat tahun 1944, dengan nama asli Phang Djoem Phen. Ia malang melintang sejak era Orde Baru yang dipimpin Presiden Soeharto.

 

Kesuksesannya tidak bisa dipisahkan dari pengusaha kayu Burhan Uray. Warga Malaysia itulah yang mengajak bergabung di perusahaan industri kayu, PT Djajanti Group. Prajogo yang sebelumnya seorang sopir kendaraan umum, tidak menyia-nyiakan kepercayaan tersebut.

 

Karena berprestasi Prajogo Pangestu sampai dipercaya menjadi general manager Pabrik Plywood Nusantara di Gresik, Jawa Timur pada 1976. Tetapi, tidak lama, ia memutuskan keluar, dan memulai bisnisnya sendiri, dengan membeli CV Pacific Lumber Coy. Ia mengganti nama perusahaan itu, PT Barito Pacific Timber. 

 

Perusahaan tersebut kembali menjadi Barito Pacific, sampai berkembang di berbagai bidang. Pada 2007, Barito Pacific mengakuisisi 70 persen saham perusahaan petrokimia Chandra Asri yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia. 

 

Pada 2011, Prajogo mendirikan PT Chandra Asri Petrochemical, penggabungan dengan Tri Polyta Indonesia, yang kemudian menjadi produsen petrokimia terbesar di Indonesia.