Jadi Sorotan BEI, Saham FUTR Meroket, dan Dirut Serok Harga Bawah
:
0
Pengurus Futura Energi Global pada suatu kesempatan. FOTO - Dok Emitennews
EmitenNews.com - Pergerakan saham Futura Energi Global (FUTR) mengalami fluktuasi secara signifikan. Sepanjang perdagangan kemarin, saham FUTR melejit 14,74 persen menjadi Rp358 per lembar. Artinya, saham FUTR melesat 46 poin dari penutupan perdagangan hari sebelumnya di level Rp312.
Lompatan saham FUTR dalam tujuh hari bursa telah meroket 37,69 persen setara 98 poin dari penutupan perdagangan Rabu, 29 Juli 2026 di posisi Rp260. Sejak melenting periode Kamis, 30 Juli 2026 sampai 3 Agustus 2026, gerak gerik saham FUTR telah mendapat sorotan Bursa Efek Indonesia (BEI).
Maklum, dalam tempo tiga hari bursa alias sejak 30 Juli 2026 sampai 3 Agustus 2026, saham FUTR telah melangit 26,92 persen alias 70 poin. Merespons lompatan saham itu, manajemen FUTR mengaku tidak ada informasi atau fakta material yang dapat memengaruhi nilai efek perusahaan atau keputusan investasi pemodal.
Di samping itu, tidak ada informasi mengenai aktivitas dari pemegang saham tertentu. Hanya FUTR berencana untuk menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang antara lain akan membahas penambahan KBLI sejalan dengan pengembangan kegiatan usaha.
”Selain itu, perseroan belum memiliki rencana tindakan korporasi lain yang berdampak material terhadap pencatatan saham dalam tiga bulan ke depan,” tegas E. Andy Chrisna, Direktur Futura Energi Global.
Manuver Sang CEO
Sebelum terjadi ledakan saham, Direktur Utama FUTR Anggara Suryawan telah mengambil posisi. Itu dilakukan dengan menyerap 132.566.500 helai alias 132,56 juta lembar. Aksi akumulasi terjadi dengan kisaran harga Rp230-270 per helai senilai Rp33,89 miliar. Penyerapan dilakukan tiga kali edisi 23,27, dan 29 Juli 2026.
Rincian transaksi Anggara menjadi sebagai berikut. Pada 23 Juli 2026, Angga menyerap 47.566.500 helai Rp230 senilai Rp10,94 miliar. Lalu, pada 27 Juli 2026, Anggara kembali menyapu 65 juta saham Rp270, sebesar Rp17,55 miliar. Dan, pada 29 Juli 2026, memboyong 20 juta lembar dengan harga Rp270 sejumlah Rp5,4 miliar.
Menyusul penuntasan transaksi itu, timbunan saham FUTR dalam pangkuan Anggara langsung merangsek naik. Tepatnya, menjadi 132,56 juta eksemplar alias setara dengan porsi kepemilikan 2 persen. Tersebab, sebelum transaksi tersebut, Anggara tidak mengemas sehelai pun saham perseroan.
Kinerja Paruh I 2026
Related News
Saham Bangkit, Laba Emiten Lo Kheng Hong (BMTR) Drop 41,57 Persen
INDY Kebut Tambang Emas, DBS Guyur Fasilitas USD155 Juta
Adu Gacor Kinerja Emiten BUMN Energi: TINS, PGEO, ELSA, PTBA, PGAS
Ekspansi Bisnis Logistik, Grahaprima (GTRA) Raih Kredit BCA Rp130,5M
IMBS Perpanjang Tender Sukarela KETR, Harga Tetap Rp523 Per Saham
Saham MDIA Melonjak 274%, VIVA Masih Kantongi 80,73 Persen Kepemilikan





