Jaga Ketahanan Pangan, Kementan Minta Petani Beli Benih Bersertifikat Genjot Produksi
:
0
Ilustrasi Kementan Minta Petani Beli Benih Bersertifikat Genjot Produksi. dok. Media Indonesia.
EmitenNews.com - Petani diminta hanya membeli benih yang telah bersertifikat. Kementerian Pertanian mengingatkan hal itu, untuk meningkatkan produksi dan produktivitas serta mencapai hasil panen berkualitas. Benih yang baik akan melahirkan panenan berkualitas untuk menjaga ketahanan pangan.
"Tantangannya bagaimana memberi tahu petani, kalau membeli benih itu harus yang bersertifikat karena terjamin mutunya. Saya lihat banyak benih yang dijual di pinggir jalan itu, banyak yang belum bersertifikat," ujar Direktur Perbenihan Kementerian Pertanian Inti Pertiwi Nashwari saat acara Cultivating A Sustainable Future with JAH Cultura di Jakarta, Senin (15/5/2023).
Benih merupakan fondasi awal bagi pertanian dan penentu kesuksesan atau kegagalan pertanian bermula dari benih. Dalam upaya mendukung ketahanan pangan terhadap ancaman perubahan iklim, benih memiliki peran sentral. Karena itu, diperlukan benih bermutu dari varietas tahan kekeringan atau banjir, serta suhu ekstrim.
Kementerian Pertanian melalui Direktorat Perbenihan, mempunyai fungsi utama menyediakan benih yang unggul, berkualitas dan baik. Termasuk menentukan benih-benih yang beredar, baik di bawah Kementerian Pertanian maupun yang diperjualbelikan secara luas di pasaran, merupakan benih dengan kualitas unggul.
Jika benih-benih hortikultura tersebut telah memiliki sertifikat, dijamin hasil panennya akan sesuai harapan para petani. Pasalnya, sertifikat yang dikeluarkan oleh Balai Pengawasan dan Sertifikasi benih terjamin telah memiliki kejelasan induk dan berbagai persyaratan minimal untuk bisa dikategorikan sebagai benih berkualitas.
Related News
Rupiah Ditutup Menguat Tipis, Prediksi Pekan Depan Bagaimana?
Honda Akui Susah Lawan Mobil Listrik Murah Buatan China
Perbankan Tadah KLM Rp427,9 Triliun Awal April
AS Raih 'Berkah' Nyerang Iran, Catat Rekor Tertinggi Ekspor Minyak
Target Kementan 2026, Produksi Gula Kristal Putih 3,04 Juta Ton
Kembangkan PLTS Berbasis Koperasi, LPDB Siapkan Rp2,1 Triliun





