IDXINDUST

 0.00%

IDXINFRA

 0.00%

IDXCYCLIC

 0.00%

MNC36

 0.00%

IDXSMC-LIQ

 0.00%

IDXHEALTH

 0.00%

IDXTRANS

 0.00%

IDXENERGY

 0.00%

IDXMESBUMN

 0.00%

IDXQ30

 0.00%

IDXFINANCE

 0.00%

I-GRADE

 0.00%

INFOBANK15

 0.00%

COMPOSITE

 0.00%

IDXTECHNO

 0.00%

IDXV30

 0.00%

ESGQKEHATI

 0.00%

IDXNONCYC

 0.00%

Investor33

 0.00%

IDXSMC-COM

 0.00%

ABX

 0.00%

IDXBASIC

 0.00%

IDXESGL

 0.00%

DBX

 0.00%

IDX30

 0.00%

IDXG30

 0.00%

ESGSKEHATI

 0.00%

IDXSHAGROW

 0.00%

KOMPAS100

 0.00%

PEFINDO25

 0.00%

BISNIS-27

 0.00%

ISSI

 0.00%

MBX

 0.00%

IDXPROPERT

 0.00%

LQ45

 0.00%

IDXBUMN20

 0.00%

IDXHIDIV20

 0.00%

JII

 0.00%

IDX80

 0.00%

JII70

 0.00%

SRI-KEHATI

 0.00%

IDXLQ45LCL

 0.00%

SMinfra18

 0.00%

KB Bukopin
Sawit Sumbermas Sarana

Jangan Salah Pilih! Cek Enam Calon Emiten Ini Listing Besok

07/11/2022, 06:00 WIB

Jangan Salah Pilih! Cek Enam Calon Emiten Ini Listing Besok

EmitenNews.com - Enam calon emiten baru melakukan pencatatan saham atau listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) besok Selasa, 8 November 2022. Yaitu Global Digital Niaga (BELI), Jayamas Medica Industri (OMED), Methobi Karyatama Raya (MKTR). Lalu, Famon Awal Bros Sedaya (PRAY), Citra Borneo Utama (CBUT), dan Wulandari Bangun Laksana (BSBK).


Global Digital atau Blibli melepas 17,77 miliar saham dengan harga Rp 450 per lembar. Itu setara 15 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh bernominal Rp250 per saham. Entitas usaha Djarum Group itu, akan meraup dana Rp7,99 triliun. Blibli juga mengalokasikan 55 juta lembar atau 0,31 persen dari saham IPO dalam program Employee Stock Allocation(ESA) 3,656 miliar saham atau 2,99 persen.


Bertindak sebagai Penjamin Emisi Efek, PT BCA Sekuritas (terafiliasi), PT BRI Danareksa Sekuritas, PT Credit Suisse Sekuritas Indonesia, PT Morgan Stanley Sekuritas Indonesia, PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia, PT Mandiri Sekuritas, PT BNI Sekuritas, PT Indo Premier Sekuritas, PT KB Valbury Sekuritas, PT Yulie Sekuritas Indonesia, PT Danasakti Sekuritas Indonesia.


Selanjutnya, PT Jayamas Medica Industri melepas maksimum 4,05 miliar lembar bernominal Rp25 per saham. Itu selevel 15 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh pada harga Rp204 per saham. Jayamas akan meraup dana sekitar Rp828 miliar.


Jayamas juga menggeber program Employee Stock Allocation (ESA) sebanyak 81,77 juta saham baru. Manajemen diberi kesempatan menjadi pemodal melalui program Management and Employee Stock Option (MESOP) sebanyak 126.219.600 lembar saham baru. Bertindak sebagai penjamin pelaksana efek yakni CLSA Sekuritas Indonesia, CIMB Niaga Sekuritas, dan Ciptadana Sekuritas Asia.


Kemudian, Citra Borneo Utama (CBUT), melepas 625 juta saham atau 20,01 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh bernilai nominal Rp 100 per saham pada harga Rp690 per saham. Anak usaha Sawit Sumbermas Sarana (SSMS) itu, bakal menghimpun dana IPO Rp431,2 miliar. Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi PT BRI Danareksa Sekuritas, Maybank Sekuritas Indonesia, dan Mirae Asset Sekuritas Indonesia.


Wulandari Bangun Laksana (BSBK) melepas sebanyak 2,75 miliar saham baru bernominal Rp10 per lembar. Angka itu setara  12,09 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh pada harga Rp100 per lembar. Emiten real estate development & management itu, bakal meraup dana IPO Rp275 miliar.


Saat bersamaan, perseroan juga akan melaksanakan konversi utang Rp234,1 miliar atau 2.341.713.397 lembar pada harga konversi sama dengan harga penawaran yaitu Rp100 per saham. Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi PT Artha Sekuritas Indonesia, PT Panca Global Sekuritas, PT KGI Sekuritas Indonesia, dan PT Yuanta Sekuritas Indonesia.


Entitas Grup Maktour, Menthobi Karyatama Raya (MKTR) mematok harga penawaran umum perdana Rp120 per saham. Menthobi melepas 2,5 miliar lembar bernominal Rp10 setiap saham, mewakili 20,83 persen dari modal ditempatkan dan disetor setelah IPO. Jumlah seluruh nilai penawaran umum perdana Rp300 miliar. Penjamin pelaksana emisi efek Danatama Makmur, penjamin emisi efek KB Valbury Sekuritas, dan Wanteg Sekuritas. 


Emiten terakhir listing pada 8 November 2022, yaitu Famon Awal Bros Sedaya, pengelola rumah sakit Primaya Hospital dengan harga pelaksanaan Rp900 per lembar. Dengan skema harga itu, emiten medis besutan Sandiaga Uno itu, akan meraup dana taktis Rp272 miliar. 


Famon Awal Bros melepas 302.222.300 lembar dengan nominal Rp10 per helai atau 2,28 persen dari modal ditempatkan dan disetor  setelah pelaksanaan IPO. Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi PT Indo Premier Sekuritas.

Selain enam emiten itu, pekan ini empat perusahaan ikutan listing. Yaitu Primaya Plastisindo (PDPP), Bersama Zatta Jaya (ZATA), Ketrosden Triasmitra (KETR), dan Puri Sentul Permai (KDTN). Primaya menawarkan harga Rp200 per saham, dengan melepas 500 juta saham. Primaya akan listing pada Rabu (9/11).


PT Ketrosden Triasmitra (KETR) melepas 426, 2 juta  saham baru atau setara 15 persen dari modal ditempatkan dan disetor pada nominal Rp100 per lembar dengan harga penawaran Rp300 per saham. Emiten kabel serat optik itu, akan meraup dana Rp127,860 miliar. Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek, Shinhan Sekuritas Indonesia. Ketrosden akan listing pada Kamis, 10 November 2022. 


Bersama Zatta Jaya (ZATA) atau Elcorps melepas 1,7 miliar saham atau 20,01 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh bernominal Rp50 per saham pada harga Rp100 per lembar. Zatta akan meraup dana Rp170 miliar. Zatta akan listing pada Kamis, 10 November 2022. Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efeknya adalah UOB Kay Hian Sekuritas.


Puri Sentul menawarkan 25 juta saham baru dengan harga penawaran Rp150 per saham. Puri Sentul akan melakukan pencatatan pada Rabu, 9 November 2022. Penjamin emisi efek Victoria Sekuritas Indonesia. (*)



Author: J S