Jelang May Day, BPJS Ketenagakerjaan DKI Bagikan 3.540 Paket Sembako
:
0
Pengurus BPJS Ketenagakerjaan DKI Jakarta secara sÃmbolos menyerahkan ribuan paket Sembako. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Kantor Wilayah DKI Jakarta menyalurkan sebanyak 3.540 paket sembako kepada serikat pekerja se-DKI Jakarta di Kantor Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi Pemprov DKI Jakarta, Rabu (29/4/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 yang diperingati setiap tanggal 1 Mei. Penyerahan paket sembako diserahkan langsung oleh Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan DKI Jakarta Deny Yusyulian kepada Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi Provinsi DKI Jakarta Syaripudin untuk selanjutnya didistribusikan kepada serikat pekerja di DKI Jakarta.
Paket sembako tersebut didistribusikan secara bertahap ke seluruh wilayah DKI Jakarta, dengan rincian Jakarta Timur sebanyak 580 paket, Jakarta Pusat 250 paket, Jakarta Barat 580 paket, Jakarta Utara 580 paket, Jakarta Selatan 250 paket, serta tingkat provinsi sebanyak 1.300 paket.
Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan DKI Jakarta Deny Yusyulian mengatakan, kegiatan ini merupakan wujud kepedulian BPJS Ketenagakerjaan dalam meningkatkan kesejahteraan pekerja dan keluarganya.
"Momentum May Day ini menjadi bagian dari komitmen kami dalam aspek Care, yaitu kepedulian terhadap pekerja. Melalui kegiatan ini, kami ingin hadir langsung dan memberikan manfaat nyata bagi para pekerja dan keluarganya," kata Deny.
Deny menjelaskan, BPJS Ketenagakerjaan terus mendorong peningkatan perlindungan melalui tiga pilar utama, yakni Coverage, Care, dan Credibility. Hingga kini, tingkat cakupan kepesertaan pekerja di DKI Jakarta baru mencapai sekitar 51 persen.
"Untuk pekerja Penerima Upah (PU), cakupan sudah mencapai sekitar 64 persen dari total penduduk ber-KTP DKI Jakarta. Tantangan utama ada pada pekerja Bukan Penerima Upah (BPU) yang baru sekitar 24 persen. Ini yang terus kami dorong melalui edukasi dan kolaborasi dengan berbagai pihak," jelasnya.
Deny menambahkan, peningkatan cakupan dilakukan melalui penguatan pengawasan dan kepatuhan bagi pemberi kerja, serta edukasi bagi pekerja informal. BPJS Ketenagakerjaan juga menggandeng pemerintah daerah, dinas terkait, hingga komunitas seperti RT/RW dan tempat ibadah untuk meningkatkan literasi masyarakat.
"Bagi pekerja informal, kami dorong melalui pendekatan manfaat program. Dengan iuran yang sangat terjangkau, mereka sudah mendapatkan perlindungan kecelakaan kerja dan jaminan kematian," ujarnya.
Lebih lanjut, Deny menyebutkan BPJS Ketenagakerjaan juga mendorong keterlibatan perusahaan melalui program 'Sertakan', yakni ajakan kepada perusahaan untuk mengalokasikan dana tanggung jawab sosial (CSR) guna memberikan perlindungan jaminan sosial kepada masyarakat rentan di sekitar. "Melalui program ini, perusahaan dapat membantu melindungi pekerja informal di lingkungan sekitar, seperti ojek atau pekerja lain yang mendukung aktivitas perusahaan. Ini menjadi langkah konkret memperluas perlindungan jaminan sosial," pungkasnya.
Related News
Apindo Nilai Dunia Usaha tidak Rasakan Ekonomi Tumbuh 5,61 Persen
Industri Pengolahan Dominasi Ekspor, Ada Pengaruh Harga Global
Jaga Momentum Ekonomi, Pemerintah Luncurkan Kejutan Paket Stimulus
Beli di Bawah 1 Persen Saham GOTO, Danantara Ingin Sejahterakan Ojol
Bertemu Menperin, Menkeu Purbaya Ungkap Pemerintah Siapkan Insentif EV
Rupiah Undervalued, BI Bakal Batasi Pembelian Dolar USD25.000/Bulan





