EmitenNews.com - Konstruksi fisik dan mekanis smelter nikel high pressure acid leach (HPAL) di Blok Pomalaa, Kolaka, Sulawesi Tenggara, tuntas sudah, dan kini memasuki tahap uji coba pengoperasian.

"Sudah tuntas konstruksi. Satu line sudah mechanical completion. Konteks mechanical completion sudah selesai, sudah 100 persen," ujar Chief Sustainability & Corporate Affairs Officer PT Vale Indonesia Tbk Budiawansyah di Jakarta, Kamis (13/8/2026).

Saat ini smelter nikel HPAL di Blok Pomalaa tinggal memasuki tahap uji coba pengoperasian. Uji coba pengoperasian hanya memungkinkan bila konstruksi fisiknya telah selesai.

Budi mengatakan bahwa uji coba pengoperasian atau tes commissioning tidak akan berlangsung lama. Oleh karena itu, smelter nikel HPAL di Blok Pomalaa sudah siap untuk beroperasi. "Yang penting kan fisiknya siap beroperasi. Tinggal nunggu hari baik."

Sebelumnya, PT Vale Indonesia Tbk membidik smelter nikel berbasis HPAL di Pomalaa beroperasi pada kuartal ketiga 2026, lebih cepat dari target, yakni kuartal keempat 2026.

Smelter nikel HPAL di Pomalaa dibidik akan menghasilkan 120 ribu ton nikel dalam bentuk MHP atau mixed hydroxide precipitate.

Penting diketahui MHP berbentuk bubuk berwarna hijau-abu-abu, mengandung campuran nikel dan kobalt hidroksida, serta menjadi bahan baku utama pembuatan baterai kendaraan listrik (EV).

Data yang ada menunjukkan, aktivitas pertambangan di Blok Pomalaa menghasilkan bijih nikel sebesar 7 juta wet metric ton (wmt) saprolite dan 21 juta wmt limonite per tahun. ***