Jelang Rilis Data Tingkat Inflasi, IHSG Dibayangi Gelombang Tekanan
EmitenNews.com—Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), pada penutupan perdagangan kemarin, Selasa (31/1) turun -0,48% atau -33,139 point ke level 6.839,342. Total volume perdagangan saham mencapai 18,38 miliar saham dengan total nilai Rp 11,71 triliun. Sebanyak 232 saham naik, 287 saham turun dan 193 saham stagnan.
Mengawali bulan Februari tahun 2023, pergerakannya IHSG diperkirakan masih akan ada di range support di level 6754 dan posisi resistance terdekat ada di 6921, kata William Surya Wijaya CEO Yugen Bertumbuh Sekuritas, Rabu (1/2/2023).
Jelang rilis tingkat inflasi pada hari ini disinyalir masih akan berada dalam kondisi terkendali, sedangkan pergerakan IHSG terlihat masih dibayangi oleh gelombang tekanan jangka pendek, masih tercatatnya capital outflow secara ytd juga turut memberikan sentimen terhadap pergerakan IHSG.
“Namun mengingat dalam jangka panjang IHSG masih berada dalam jalur uptrend maka maka peluang koreksi dapat terus dimanfaatkan oleh investor dengan target investasi jangka menengah - panjang, tentunya dengan pemilihan saham yang tepat dengan fundamental yang kuat,” ujar William.
Saham-saham pilihan Yugen Bertumbuh Sekuritas guna mengawali bulan kedua di tahun 2023 ini adalah BMRI, ICBP, ASII, AKRA, TBIG, BSDE dan AALI.
Related News
Trump Beri Tarif 0 Persen Untuk Tekstil RI Yang Bahan Bakunya Dari AS
Sesi I IHSG Terkontraksi ke 8.261, Emiten Prajogo Berguguran
Terpenuhi di DN, Produksi Kendaraan Pick-Up Beri Dampak Rp27 Triliun
Penjualan Sepeda Motor Di Pasar Domestik 2025 Capai 6,4 Juta Unit
Sideways, IHSG Lintasi 8.200-8.350
IHSG Tertekan, Serok Saham AMMN, CMRY, dan TINS





