Jelang Tahun Politik, Kemenperin Dorong Industri Makanan-Minuman Bidik Peluang Bisnis
:
0
Industri Makanan-Minuman. dok. Tribunnews.
EmitenNews.com - Tahun politik lima tahunan adalah peluang bisnis. Karena itu, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) membidik peluang tahun politik pada 2023 untuk memacu pertumbuhan industri makanan dan minuman (mamin) yang dinilai punya potensi untuk terus tumbuh meski sudah dihadang pandemi Covid-19.
"Mulai tahun depan sudah masuk pesta demokrasi. Namanya juga pesta, pesta demokrasi itu akan banyak membutuhkan makanan minuman," kata Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin Putu Juli Ardika dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (2/11/2022).
Kepercayaan industri terhadap perkembangan ke depan cukup baik, yang ditandai kinerja industri pengolahan di mayoritas subsektor, termasuk subsektor makanan, minuman dan tembakau sebesar 54,60 persen.
Industri makanan dan minuman juga tetap tumbuh meski dihadang pandemi COVID-19. Pertumbuhannya mencapai 3,68 persen pada triwulan II 2022, naik dari periode yang sama tahun 2021 sebesar 2,95 persen.
Dalam penjelasannya Putu mengungkapkan, kontribusi industri makanan dan minuman terhadap PDB hingga triwulan II 2022 mencapai 38,38 persen, paling besar di antara produk manufaktur lainnya.
Di sisi lain surplus perdagangan di sektor makanan dan minuman sepanjang Januari-September 2022 mencapai USD23,23 miliar.
Investasi di sektor tersebut pada triwulan II 2022 mencapai Rp41,37 triliun, dengan Penanaman Modal (PMDN) mencapai Rp23,36 triliun, melampaui Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar USD1,23 miliar. ***
Related News
Harga Minyak Dekati USD118, OPEC+ Sepakat Pertahankan Produksi
Harga Minyak Melambung, Laba Chevron Melesat Tiga Kali Lipat
Di Luar Dugaan, PMI Manufaktur & Jasa China Anjlok
Sokong PLTS 100 GWp, Kemnaker Sertifikasi 60 Asesor
Pajak Digital Tembus Rp58,75 Triliun, PMSE Jadi Penyumbang Terbesar
Stok Afrika Melimpah, HR Biji Kakao Drop ke USD 5.613,6





