EmitenNews.com -Apabila pemilihan umum presiden (pilpres) berlangsung satu putaran, maka kondisi ini akan menciptakan sentimen positif bagi Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) untuk menyentuh 8.050 di 2024, dengan asumsi 15,3x price-to-earnings ratio.

Perkiraan itu disampaikan Head of Retail Research PT Sinarmas Sekuritas, Ike Widiawati dalam siaran pers yang dikirim melalui surat elektronik, pekan lalu. Prediksi Sinarmas Sekuritas ini juga dipaparkan dalam seminar "Market Outlook: Road to Indonesian Election Analisis Debat Capres: Prediksi Tren Pasar Modal ".

Ike menyebutkan, saat ini terdapat probabilitas bahwa pilpres dapat berlangsung satu kali putaran dan hal ini diasumsikan bisa memberikan sentimen positif terhadap pasar saham. "Jika pemilu berlangsung satu kali putaran, maka IHSG menuju level 7.700 di 2024 semakin memungkinkan untuk dicapai".

Lebih lanjut dia mengatakan, perubahan kepemimpinan dapat menciptakan situasi yang positif bagi pasar saham, tetapi penerapan strategi investasi juga harus lebih selektif dan bisa juga melakukan diversifikasi ke reksa dana dan obligasi.

"Kondisi politik saat ini tampaknya cukup kondusif dan semoga kondusivitas ini bisa dipertahankan hingga akhir. Pelaku pasar dan pelaku usaha cenderung menyukai kebijakan yang lebih stabil dan jika pun ada perubahan semoga tidak terlalu agresif," papar Ike.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Eksekutif Indo Barometer, M Qodari menegaskan bahwa Pemilu 2024 akan baik-baik saja. "Pilpres adalah momentum memilih pilot dan copilot. Setelah selesai, semuanya naik pesawat yang bernama Indonesia. Akan ada team of rivals, yang kalah akan menjadi menteri di kabinet yang akan datang," ujarnya.

Dia menilai, debat kandidat capres dan cawapres tidak akan berpengaruh besar bagi Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. "Justru ajang debat menjadi pertarungan Ganjar-Mahfud dan Anies-Muhaimin untuk masuk ke putaran kedua, apabila ada putaran kedua," ujar Qodari.

Lebih lanjut Ike mengungkapkan, saat ini baseline skenario Sinarmas Sekuritas menempatkan IHSG berada di level 7.600 pada tahun depan, dengan asumsi 14x price-to-earnings ratio.

Sedangkan, untuk skenario bullish, tidak tertutup kemungkinan IHSG akan mencapai level tertinggi dalam sejarah di posisi 8.050 pada tahun depan, dengan asumsi PER 15,3x. Namun, kembali lagi, bahwa 8.050 ini berlaku jika semuanya berjalan sesuai dengan asumsi," kata Ike.