EmitenNews.com - Grup Lippo makin fokus pada pengembangan bisnis kesehatan dan properti melalui induk PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR). Lippo diarahkan untuk menciptakan nilai tambah berkelanjutan bagi seluruh stakeholders, mulai karyawan, konsumen, hingga lingkungan sekitar. Semua itu tidak lepas dari transformasi perseroan dalam menjalankan konsep environmental, social, and corporate governance (ESG) sejak 2019.

 

“Ini sejalan dengan transformasi yang kini dilakukan perusahaan dan tuntutan bagi dunia bisnis untuk menerapkan konsep environmental, social, and corporate governance (ESG),” kata Chief Executive Officer (CEO) PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) John Riady dalam keterangannya yang dikutip Senin (18/10/2021).

 

John Riady menjelaskan, prinsip-prinsip ESG secara bertahap diterapkan Lippo Karawaci sejak 2019. Sebab, kata generasi ketiga pengendali Lippo ini, ESG tidak hanya sekedar aktivitas corporate social responsibility (CSR), tetapi mengkombinasikan CSR, etika, dan tata kelola yang baik (good governance).

 

“Kami tidak lagi sekadar mengejar pertumbuhan bisnis, melainkan berupaya menciptakan operational excellence,” ujar John dalam acara Chief of Editor Gathering, akhir pekan ini di Lippo Village, Karawaci.

 

Operational excellence, menurut John Riady, bisa diartikan sebagai cara pandang dalam menjalankan bisnis berorientasi untuk memberikan nilai tambah. Dalam prosesnya, operational excellence mensyaratkan adanya fokus yang sama dari setiap anggota perusahaan. Hal itu, kata dia, tampak pada konsep pembangunan properti Lippo Karawaci selama ini yang mengedepankan aspek sosial dan lingkungan, serta menciptakan nilai tambah bagi pelanggan maupun lingkungan.

 

“Dalam skala kecil di Lippo Karawaci, Cikarang, kami mengelola seluruh irigasi dan air. Di sana ada danau-danau, itu bukan hanya hiasan, tapi bermanfaat sebagai water reservoir,” tutur John Riady.

 

Proses transformasi dan penerapan prinsip bisnis yang mengacu kepada ESG telah menuai hasil. Hal itu tercermin pada sisi operasional Lippo Karawaci yang memiliki pertumbuhan kinerja berkesinambungan. Pada semester I-2021, Lippo Karawaci membukukan kenaikan total pendapatan sebesar 36 persen secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp 7,23 triliun. 

 

Sementara itu laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) melonjak 102 persen menjadi Rp1,95 triliun. Penjualan pemasaran pada semester I-2021 tumbuh 122 persen (yoy), menyusul penjualan awal yang kuat pada kuartal III-2021.

 

“Hal itu disumbang aspek transformasi yang menyangkut operational excellence. Aspek lainnya, seperti perbaikan tata kelola dan pemberian manfaat kepada lingkungan alam serta lingkungan sosial sekitar, merupakan proses jangka panjang yang harus dilakukan terus-menerus,” ujar Chief Executive Officer (CEO) PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) John Riady. ***