JSI Sinergi Mas Angkut 1,04 Miliar Lembar, LAPD Defisit Rp451 Miliar
:
0
CEO dan Founder JSI Sinergi Mas Jamal Abdul Nasir. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Leyand International (LAPD) per 30 September 2025 tekor Rp1,22 miliar. Menciut 61,87 persen dari periode sama tahun sebelumnya boncos Rp3,2 miliar. Oleh sebab itu, rugi per saham tersisa Rp0,41 dari fase sama tahun sebelumnya Rp1,35.
Penjualan Rp211,38 miliar, melejit 26,33 persen dari episode sama tahun lalu Rp167,32 miliar. Beban pokok penjualan Rp200,26 miliar, bengkak dari posisi sama tahun sebelumnya Rp162,11 miliar. Laba kotor tercatat Rp11,11 miliar, melonjak 113,65 persen dari periode sama tahun lalu Rp5,2 miliar.
Beban umum dan administrasi Rp8,72 miliar, naik dari Rp8,46 miliar. Beban bunga dan keuangan Rp5,5 miliar, bengkak dari Rp3,69 miliar. Pendapatan lain-lain Rp1,42 miliar, menciut dari Rp1,94 miliar. Rugi sebelum pajak penghasilan Rp1,68 miliar, menyusut dari sebelumnya Rp5 miliar.
Jumlah ekuitas Rp26,71 miliar, merosot dari Rp28,34 miliar. Defisit Rp451,05 miliar, bengkak dari akhir tahun sebelumnya Rp9,83 miliar. Total liabilitas Rp152,73 miliar, menciut dari akhir 2024 senilai Rp196,7 miliar. Jumlah aset Rp179,44 miliar, drop dari akhir tahun lalu Rp225,04 miliar.
Sementara akuisisi bertahap terus dilakukan JSI Sinergi Mas atas perseroan. Kali ini, JSI Sinergi Mas mengemas 1,04 miliar saham perseroan. Pembelian saham setara 26,28 persen itu, telah ditahbiskan pada 30 Oktober 2025. Transaksi penambahan saham itu, diperantarai oleh KB Valbury Sekuritas.
Menyusul penuntasan transaksi itu, timbunan saham Leyand International menjadi 1,55 miliar eksemplar alias setara dengan 39,23 persen. Melonjak 26,28 persen dari episode sebelum transaksi dengan tabulasi 513,75 juta helai. Koleksi saham sebelum transaksi itu, selevel dengan 12,95 persen.
Berdasar skenario, JSI akan menguasai 51 persen saham Leyand Internal dari para pemegang saham utama, yakni Laymand Holdings Pte Ltd, Intiputera Bumitirta, Keraton Investment Ltd, Evi Felicia, dan Leo Andyanto. (*)
Related News
Hibah Lahan Meikarta ke Negara Bukan Rp6 Triliun, Segini Angkanya
WTON Catat Lonjakan Skor ESG 71, Tarik Atensi S&P Global
Pendapatan 2025 Melonjak 317 Persen, KOTA Bidik Kinerja Kian Progresif
INDF Bagi Dividen Rp290 per Saham, Fokus Jaga Pangsa Pasar dan Profit
PPRE Lepas 100 Persen Saham Lancarjaya Rp1,6T dan Tunjuk Dirkeu Baru
Emiten Tommy Soeharto (GTSI) Beberkan Ekspansi Aset Kapal Danaputri 1





