EmitenNews.com - Leyand International (LAPD) menandatangani Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat (PPJB) rencana akuisisi perusahaan kontraktor pertambangan Bersaudara Sinergi Sejahtera (BSS). Kesepakatan awal itu, dilakukan dengan tiga pemegang saham BSS yaitu JSI Sinergi Mas sebagai pemilik mayoritas, Sapta Sinergy Saguna, dan Mineral Sumber Rejeki.

Berdasar struktur kepemilikan saat ini, JSI Sinergi Mas menggenggam 52.500 saham atau setara 87,5 persen, Sapta Synergy Saguna memiliki 4.500 saham atau 7,5 persen, serta Mineral Sumber Rejeki sebanyak 3.000 saham atau 5 persen. Setelah seluruh persyaratan dalam PPJB terpenuhi, LAPD akan menguasai 59.400 saham atau setara 99 persen kepemilikan BSS. 

Sementara itu, kepemilikan JSI Sinergi Mas akan terdilusi menjadi 0,875 persen, Sapta Sinergy Saguna menjadi 0,075 persen, dan Mineral Sumber Rejeki tersisa 0,050 persen. Seluruh pihak telah menyepakati nilai transaksi sebesar Rp59,43 miliar. 

Rinciannya, pembelian saham milik JSI Sinergi Mas senilai Rp51,975 miliar, Sapta Sinergy Saguna Rp4,455 miliar, dan Mineral Sumber Rejeki Rp3 miliar. Pembayaran akan dilakukan secara bertahap sesuai kesepakatan para pihak.

Adapun syarat pendahuluan yang wajib dipenuhi sebelum penutupan transaksi antara lain persetujuan pemegang saham Perusahaan Target serta diperolehnya seluruh izin, otorisasi, dan persetujuan pihak ketiga yang relevan. Jangka waktu pemenuhan syarat tersebut dibatasi paling lambat tiga bulan sejak tanggal penandatanganan perjanjian.

Perjanjian ini ditandatangani oleh Direktur Utama LAPD Jamal Abdul Nasir Bamadhaj, Direktur JSI Sinergi Mas Agus Subiyanto, Presiden Direktur Sapta Sinergy Saguna Muhammad Haikel Anies, serta Direktur Mineral Sumber Rejeki Sayed Noval.

Sebagai informasi, BSS merupakan perusahaan kontraktor pertambangan full service dengan wilayah operasi di Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan. BSS dikendalikan oleh PT JSI Sinergi Mas yang juga merupakan pengendali baru LAPD.

Rencana akuisisi ini sejalan dengan strategi JSI Sinergi Mas untuk mengembangkan lini usaha LAPD ke sektor energi dan pertambangan setelah resmi menguasai 51 persen saham perseroan. Integrasi bisnis tersebut diharapkan mampu menciptakan sumber pendapatan baru lebih prospektif bagi LAPD. (*)