EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka cerah pada perdagangan Jumat (18/9/2026). Berdasarkan data RTI Business pukul 09.00 WIB, IHSG berada di level 6.509,887, menguat 47,456 poin atau +0,73%.

IHSG dibuka di 6.512,569, sempat menyentuh level tertinggi di 6.521,021 dan terendah di 6.506,722. Penguatan ini membawa IHSG kembali menembus level psikologis 6.500.

Aktivitas perdagangan terpantau ramai. Volume tercatat 578,999 juta saham, dengan turnover Rp 355,988 miliar dan frekuensi 50.165 kali. Sebanyak 264 saham menguat, 124 melemah, dan 252 stagnan. Market cap tercatat Rp 11.399,639 triliun.

Penguatan pagi ini sedikit berbeda dengan proyeksi awal yang cenderung hati-hati.

Edhi Pranasidhi, dalam EmitenNews Market Outlook pada Jumat (18/9/2026) mengatakan, "IHSG hari ini masih akan bergerak dalam rentang konsolidasi dengan kecenderungan melemah jika tidak mampu bertahan diatas support flow sederhana antara 6444 dan 6461."

Menurut Edhi, sentimen pasar akan sangat berhati-hati menjelang rapat Bank of Japan (BOJ) yang diperkirakan akan menaikkan suku bunga 25BPS menjadi 1,25% dan Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 22-23 September mendatang.

"Jika BOJ menaikkan suku bunga, maka gap bunga antara Jepang dan AS akan menyempit dan ujungnya berpotensi membuat carry trade akan berbalik arah dengan menjual kembali aset saham dan keuangan lainnya untuk kembali ke Jepang," ujar Edhi, Jumat (18/9/2026).

Ia mengingatkan, ketika BOJ menaikkan suku bunga acuan 25bps menjadi 1,0% pada Agustus 2024, pasar saham global sempat crash dipimpin Nikkei yang anjlok sekitar 12%. IHSG dan rupiah saat itu juga ikut tertekan.

Untuk hari ini, IHSG diproyeksikan akan bergerak antara support flow kunci di 6400-6378 dan resistance flow 6500-6534. Pembukaan di 6.509 pagi ini berarti IHSG langsung menguji area resistance tersebut.

Sementara itu, rupiah pada jam 07.51 berada dikisaran 17.748 per dolar AS, melemah 0,15%, Yen Jepang di 156,18, indeks dolar di 99,958, dan emas di 4.355 dolar per ons, naik 1,6%.