KAI Operasikan KA Tambahan di Masa Angkutan Lebaran 2023
:
0
EmitenNews.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyiapkan tiket kereta api tambahan untuk masa Angkutan Lebaran 2023. Total KAI menambah 487.180 tempat duduk KA Jarak Jauh atau rata-rata 22.144 tempat duduk per hari.
VP Public Relations KAI, Joni Martinus, mengatakan, KA-KA tambahan tersebut tersedia untuk perjalanan relasi favorit seperti Jakarta - Solo pp, Jakarta - Surabaya pp, Bandung - Semarang pp, Yogyakarta - Surabaya pp, dan lainnya.
"KAI menambah beberapa perjalanan di berbagai rute dan kelas untuk mengakomodir tingginya minat masyarakat guna mudik menggunakan kereta api pada momen Lebaran 2023." kata Joni.
Tiket kereta api tambahan untuk masa Angkutan Lebaran 2023 tersebut mulai dijual Senin, 13 Maret 2023. Pemesanan tiket dapat dilakukan melalui aplikasi KAI Access, website kai.id, contact center 121 dan berbagai mitra penjualan resmi yang bekerja sama dengan KAI. Adapun loket di stasiun hanya melayani penjualan tiket go show mulai 3 jam sebelum jadwal keberangkatan kereta api.
Berdasarkan pantauan pada Minggu, 12 Maret 2023 pkl 19.00 WIB, tiket KA Jarak Jauh pada masa Angkutan Lebaran 2023 yang telah terjual untuk keberangkatan KA pada periode 12 s.d 26 April 2023 adalah 514.127 tiket atau 32,3% dari total keseluruhan tiket yang disediakan sebanyak 1.594.014 tiket. Jumlah tersebut masih akan bertambah, karena penjualan masih terus berlangsung.
Untuk informasi lebih lanjut terkait KA Tambahan dan penjualan tiket pada masa Angkutan Lebaran, masyarakat dapat menghubungi Customer Service di stasiun serta Contact Center KAI melalui telepon di 121, WhatsApp 08111-2111-121, email cs@kai.id, atau media sosial KAI121.(*)
Related News
Kemendag Minta Klarifikasi Traveloka Terkait Refund Pembatalan Tiket
Dubes China Dukung Perluasan Akseptasi QRIS di Negaranya
Tutup April 2026, IHSG Merosot Tajam Tinggalkan Level 7.000
IHSG Sesi I Ambles 2,46 Persen, Asing Net Sell Rp0,97 Triliun
Bursa Sorot MSIE-HBAT, BOBA Dilepas, dan BAPA Kena Suspensi Kedua
Begini Bahlil Respon Laporan JP Morgan Soal Konsumsi Energi





