EmitenNews.com - Berlina (BRNA) sepanjang 2025 mengemas laba bersih Rp12,56 miliar. Melonjak 160,94 persen dari episode sama tahun sebelumnya minus Rp20,61 miliar. Oleh sebab itu, laba per saham dasar menjadi Rp13 dari sebelumnya rugi Rp21. 

Penjualan bersih Rp1,04 triliun, tumbuh minimalis 0,97 persen dari posisi sama tahun sebelumnya Rp1,03 triliun. Beban pokok penjualan Rp847,94 miliar, menyusut dari akhir 2024 sebesar Rp906,77 miliar. Laba kotor terakumulasi Rp188,15 miliar, melejit 53,28 persen dari periode sama tahun sebelumnya Rp122,75 miliar. 

Beban penjualan Rp43,65 miliar, bengkak dari Rp34,31 miliar. Beban umum dan administrasi Rp42,41 miliar, susut dari Rp54,98 miliar. Pendapatan lain Rp3,18 miliar, berkurang dari Rp6,5 miliar. Beban lain Rp12,12 miliar, susut dari Rp19,48 miliar. Laba usaha Rp93,14 miliar, meroket dari Rp20,48 miliar. 

Pendapatan keuangan Rp193,03 juta, anjlok dari fase sama tahun sebelumnya Rp561,93 juta. Beban keuangan Rp91,44 miliar, bengkak dari akhir tahun sebelumnya Rp80,29 miliar. Pajak penghasilan Rp12,95 miliar, susut dari Rp46,23 miliar. Laba tahun berjalan Rp14,84 miliar, berbalik untung dari tekor Rp13,01 miliar. 

Jumlah ekuitas Rp1,01 triliun, melonjak dari akhir tahun sebelumnya Rp986,67 miliar. Defisit Rp302,79 miliar, menciut dari Rp433,68 miliar. Total liabilitas Rp1,23 triliun, bengkak dari akhir 2024 senilai Rp1,19 triliun. Jumlah aset Rp2,24 triliun, mengalami peningkatan dari Rp2,18 triliun. (*)