Kejar Tenggat MSCI, BEI Kebut Proposal Maret Ini
:
0
Potret sosok Penjabat Sementara (Pjs.) Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik. Foto: EmitenNews/Akhmad Jiharka.
EmitenNews.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah mengebut penyelesaian seluruh proposal terkait evaluasi MSCI yang ditargetkan rampung pada Maret 2026.
Setelah itu, BEI berencana mengumumkan hasilnya kepada publik pada April sebelum melanjutkan diskusi lanjutan dengan MSCI hingga batas waktu rebalancing index selanjutnya yang ditetapkan pada Mei.
Penjabat Sementara (Pjs.) Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik saat diwawancarai di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (27/3/2026) mengatakan bahwa saat ini fokus utama Bursa adalah menyelesaikan seluruh proposal yang telah disusun.
“Jadi yang penting kita sekarang fokus mendeliver seluruh proposal kita, setelah itu tentu kita akan cari waktu untuk diskusi lagi dengan MSCI apakah masih ada concern tertentu, apakah ada hal-hal yang masih perlu diklarifikasi,” ujar Jeffrey.
Ia menjelaskan, setelah proposal rampung pada Maret, BEI menargetkan penyampaian ke publik dapat dilakukan pada April 2026. Selanjutnya, komunikasi dengan MSCI akan terus dibuka untuk membahas kemungkinan masukan lanjutan.
“Kalau kita menyelesaikan ini semua di bulan Maret, kemudian kita akan announce ke publik misalnya di bulan April dan tentu setelah itu kita akan cari waktu untuk diskusi lagi dengan MSCI,” imbuh Jeffrey.
Selain dengan MSCI, BEI juga melakukan komunikasi intensif dengan FTSE-Russel dalam proses finalisasi proposal. Diskusi dilakukan hingga level teknis untuk memastikan seluruh aspek yang dibutuhkan dapat terpenuhi.
“Minta waktu untuk berdiskusi lagi dengan MSCI, tapi harus diingat kita berdiskusi tidak hanya dengan MSCI, kita juga berdiskusi dengan FUSI. Dan dengan FUSI kita juga intens berkomunikasi dan melakukan pertemuan di level teknis,” ujar Jeffrey.
BEI juga akan memanfaatkan waktu hingga Mei, sebagaimana disampaikan MSCI, untuk melakukan klarifikasi tambahan jika masih terdapat hal-hal yang perlu didalami.
“Dan tentu kita akan memanfaatkan waktu yang ada sampai dengan bulan Mei yang disampaikan oleh MSCI,” kata Jeffrey.
Related News
Perusahaan Mau IPO di BEI Bertambah Jadi Sembilan, 2 Calon Baru Masuk
Masih Panjang Jalan Aset Kripto jadi Cadangan Devisa, OJK Urutkan Ini
BEI Makin Getol Sikat Saham HSC, Kini Sasar Emiten Kapitalisasi Rp5T
Sumber Dana Terbatas, OJK Urai 8 Usaha Modal Ventura Belum Penuhi Ini
BEI Perketat Aturan HSC, Saham Rp5T Mulai Kena Pantau
Revisi Terbaru Peraturan Pencatatan Saham dan IPO di BEI, Ini Poinnya!





