EmitenNews.com - PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) secara konsisten terus menerapkan prinsip Environmental, Social and Governance (ESG) dalam kegiatan operasional untuk mencapai bisnis berkelanjutan dan mendukung penerapan SDG (Sustainable Development Goals) baik. Sejalan dengan itu, ASSA termasuk salah satu anggota Indeks baru yang diluncurkan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) yaitu Indeks ESG Sector Leaders IDX KEHATI dan ESG Quality 45 IDX KEHATI.


Dalam rilisnya yang dikutip Selasa (21/12/2021), Presiden Direktur ASSA Prodjo Sunarjanto, mengungkapkan, ESG sudah menjadi perhatian ASSA sejak awal. Dalam menjalankan usaha, pihaknya telah menjalankan prinsip reduce, reuse dan recycle dalam mengelola energi, air dan juga limbah yang dihasilkan.


“Dengan komitmen tersebut, kami telah berhasil menarik perhatian IFC, bagian dari Bank Dunia untuk Developing Sustainable Business, ASSA Consistently Implement ESG Aspects Joins Sector Leaders & ESG Quality 45 IDX KEHATl Indices. Mereka melihat ini nilai tambah ASSA dalam menjaga sustainability baik dari sisi keuangan maupun secara kemasyarakatan,” katanya.


Komitmen ASSA dalam menerapkan bisnis keberlanjutan sudah terlihat dalam berbagai upaya Perseroan. Di antaranya, pengembangan Energi Baru dan Terbarukan (EBT) dengan memasang energi listrik tenaga surya yang dilengkapi system energy export/import. Bila energi yang dihasilkan tenaga surya lebih besar dari pemakaian Perseroan, memungkinkan ASSA menjual energi itu kepada PLN.


ASSA juga mengurangi penggunaan air dan limbah berupa oli bekas, aki bekas, dan ban bekas untuk menghindari kontaminasi lingkungan. Di luar itu, ASSA juga menggunakan air daur ulang untuk proses pencucian mobil, serta penggunaan motor listrik dalam operasional Anteraja.


“Kami optimistis dengan semakin berkembangnya isu terkait lingkungan dan penerapan ESG di Indonesia, kesadaran investor dalam memilih investasi berbasis ESG akan semakin meningkat. Hal ini juga diharapkan dapat mendukung kinerja ASSA ke depan, tidak hanya dari sisi finansial, namun juga terus memperhatikan dampak lingkungan dan kemasyarakatan,” kata Prodjo Sunarjanto.


PT Adi Sarana Armada didirikan pada 17 Desember 1999. Emiten ini bergerak di bidang mobilitas, logistik dan penunjangnya, dengan tiga pilar bisnis utama, yaitu bisnis mobilitas (rental kendaraan, jasa pengemudi, car sharing), bisnis jual-beli kendaraan (Lelang-JBA dan Online Marketplace kendaraan Caroline), serta end-to-end logistic (logistik dan kurir ekspress-Anteraja).


Pada 12 November 2012, ASSA melakukan IPO dan melepas 40,03 persen sahamnya ke masyarakat. Saat ini tercatat lebih dari 26 ribu armada kendaraan yang dikelola dalam bisnis rental ASSA. Selain itu ASSA mengelola lebih dari 4 ribu juru mudi yang didukung oleh 45 jaringan bisnis yang tersebar di seluruh Indonesia, dan telah melayani lebih dari 1.800 perusahaan dicseluruh Indonesia. ASSA juga melengkapi layanan car sharing di bawah platform aplikasiccShareCar. ***