Kembangkan Bisnis, Dharma Politemal (DRMA) Akuisisi Anak Usaha Kuroda Group Jepang
:
0
Ilustrasu Dharma Politemal (DRMA) Akuisisi Anak Usaha Kuroda Group Jepang. dok. Liputan6, President Direktur Dharma Polimetal, Irianto Santoso,
EmitenNews.com - PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) mengembangkan usaha dengan ekspansi nonorganik. Emiten manufaktur komponen otomotif itu, telah mengakuisisi PT Trimitra Chitrahasta (TCH), sebuah perusahaan produsen komponen mobil dan motor milik kelompok usaha dari Jepang, Kuroda Group Co. Ltd.
Dalam keterangannya yang dikutip Selasa (31/1/2023), President Direktur Dharma Polimetal, Irianto Santoso mengungkapkan, pihaknya telah menandatangani Perjanjian Jual Beli (PJB) saham dengan Kuroda untuk pengambilalihan 5.820 saham, atau 72,75% kepemilikan pada TCH.
Transaksi jual beli tersebut sudah terlaksana dengan mengikuti seluruh kewajiban berdasarkan peraturan perundang- undangan yang berlaku. Termasuk terpenuhinya kondisi-kondisi sebagaimana tertuang dalam Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) saham, serta diperolehnya hasil penilaian dari Kantor Jasa Penilai Publik terkait opini kewajaran atas transaksi.
"Akuisisi PT Trimitra Chitrahasta (TCH) sudah kami pertimbangkan dengan matang, dan kami yakin masuknya TCH akan memberi manfaat yang besar bagi pengembangan bisnis komponen otomotif yang dikelola DRMA," kata Irianto Santoso.
Masuknya TCH sebagai anak perusahaan terkonsolidasi diharapkan memberikan nilai tambah dan dampak positif bagi keberlangsungan kegiatan usaha DRMA. TCH yang memiliki pabrik komponen otomotif di Cikarang dan Cirebon ini, memproduksi komponen otomotif untuk para pelanggan seperti Yamaha, Daihatsu, Honda, Suzuki, Hyundai, Toyota, PT TS Tech Indonesia, PKMI, KYB, dan Hitachi. Dengan demikian, akuisisi tersebut otomatis akan meningkatkan penjualan komponen otomotif dari DRMA.
Related News
Pendapatan PYFA 9M-2026 Naik Dua Digit Jadi Rp2,4T, Rugi Menyusut
IPO ANDA Dibeking Henan (HP), Underwriter yang Terjerat Kasus IPO CUAN
Entitas Gaet Proyek Agrinas, INPS Private Placement Rp125 Miliar
Dua Emiten Mau Rights Issue Digelandang Masuk Papan FCA, Ada Apa?
Emiten Unggas (AYAM) Berbalik Laba, Kantongi Rp17,58 Miliar di Q3 2026
Rapor KIJA hingga September 2026, Catat Pendapatan Tumbuh 16%





