Kemenperin Akan Selektif Kembangkan KI; Sesuai Prioritas Pemerintah
Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita pada Konferensi Pers Kinerja Industri Manufaktur Tahun 2025 dan Outlook Industri Manufaktur 2026 di Jakarta, Rabu (31/12).
EmitenNews.com - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mengakselerasi pengembangan kawasan industri yang sejalan dengan arah kebijakan nasional dan kebutuhan strategis pembangunan jangka panjang. Upaya ini dilakukan melalui pembentukan kawasan industri tematik yang dapat diarahkan menjadi Proyek Strategis Nasional (PSN) maupun Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), sesuai dengan fokus dan karakteristik kawasan yang dikembangkan.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan, pengembangan kawasan industri ke depan tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus paralel dan in line dengan kebijakan pemerintah, khususnya dalam memperkuat ketahanan nasional di berbagai sektor strategis.
“Kita akan mengupayakan pembentukan kawasan industri yang nantinya bisa kita arahkan menjadi PSN atau KEK. Hal ini sangat tergantung pada tema atau tematik kawasan tersebut, agar benar-benar selaras dengan apa yang dibutuhkan oleh negara,” ujar Menperin pada Konferensi Pers Kinerja Industri Manufaktur Tahun 2025 dan Outlook Industri Manufaktur 2026 di Jakarta, Rabu (31/12).
Menurut Agus, Kemenperin akan secara selektif menilai setiap usulan pengembangan kawasan industri, terutama dari sisi kesesuaiannya dengan kebijakan prioritas pemerintah. Beberapa di antaranya adalah kebijakan ketahanan energi, ketahanan pangan, serta kebijakan strategis lainnya yang menjadi fondasi pembangunan nasional.
“Yang akan kita lihat, kawasan industri itu harus memang in line atau paralel dengan kebijakan kita. Misalnya kebijakan ketahanan energi dan kebijakan ketahanan pangan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Menperin menekankan bahwa pengembangan kawasan industri juga akan diarahkan untuk mendukung pelaksanaan Asta Cita, khususnya Asta Cita kelima, yaitu mewujudkan layanan kesehatan yang berkualitas, adil, dan merata. Dalam konteks industri, hal ini diterjemahkan sebagai upaya memperkuat ketahanan dan kemandirian sektor kesehatan nasional.
“Sebetulnya kata lain dari itu adalah ketahanan di bidang kesehatan, atau kesehatan yang berdikari. Kawasan-kawasan industri, PSN, maupun KEK yang akan kita kembangkan ke depan, akan kita arahkan juga ke sana,” tegasnya.
Sebagai bagian dari langkah konkret, Kemenperin baru-baru ini menerima proposal dari sebuah grup usaha besar yang menyatakan ketertarikannya untuk membangun kawasan industri tematik bertajuk Biotown. Kawasan ini dirancang sebagai pusat pengembangan industri farmasi dan alat kesehatan nasional.
“Dari Biotown ini, diharapkan akan memperkuat kemampuan Indonesia dalam memproduksi obat-obatan dan alat-alat kesehatan,” ungkap Agus.
Menariknya, konsep Biotown tersebut juga menitikberatkan pada pemanfaatan sumber daya alam Indonesia sebagai basis produksi, khususnya bahan baku herbal dan sumber hayati lokal.
“Yang lebih menarik lagi, obat-obatan yang dikembangkan nantinya akan berbasis sumber daya alam Indonesia, berbasis herbal, dan berbasis apa yang dihasilkan oleh kekayaan alam kita sendiri,” tambahnya.
Menperin menilai, pengembangan kawasan industri dengan pendekatan tematik seperti Biotown menjadi contoh ideal yang perlu terus dicari dan didorong. Pasalnya, model tersebut tidak hanya menciptakan nilai tambah industri, tetapi juga memperkuat kemandirian nasional dan selaras dengan arah kebijakan Presiden, mulai dari ketahanan pangan, ketahanan energi, hingga ketahanan dan kemampuan di bidang kesehatan.
“Tematik-tematik seperti ini yang perlu kita cari dan kita dorong ke depan, tentu dengan tetap memastikan keselarasan penuh dengan kebijakan Bapak Presiden,” pungkasnya.(*)
Related News
Penyaluran Pupuk Bersubsidi Langsung Tancap di Awal 2026
Menkeu Purbaya Optimis! Sebut IHSG Bisa Tembus 10.000 di 2026
Jaga Stabilitas, Pemerintah Tak Naikkan Tarif Listrik di Awal 2026
Menguat, IHSG Susuri Level 8.729
IHSG Menyala, Borong Saham BBCA, JSMR, dan ASII
Bos BEI Sebut Ada Dua IPO Lighthouse di Awal 2026, Siapa Saja?





