Kerja Sama RI–Tiongkok, Siloam (SILO) Amankan Kontrak Alkes 10 Tahun
:
0
Potret prosesi foto bersama entitas stakeholders Indonesia, Tiongkok, dan United Imaging Healthcare (UIH). Foto: EmitenNews/Aji.
EmitenNews.com - Rumah Sakit MRCCC Siloam Semanggi, entitas layanan kanker milik PT Siloam International Hospitals Tbk. (SILO), memperkenalkan teknologi Integrated CT-Linac dalam acara kolaborasi Indonesia–Tiongkok yang digelar di Jakarta, Kamis (22/1/2026).
Momentum ini menandatanganani noktah kesepahaman (MoU) pengadaan alat kesehatan (Alkes) jangka panjang dengan United Imaging Healthcare, emiten asal bursa Shanghai itu dengan durasi kerja sama hingga 10 tahun dan nilai investasi ekosistem satu unit mesin CT-Linac mendekati Rp100 miliar.
Dalam kolaborasi tersebut, PT Multipolar Technology Tbk. (MLPT) turut berperan sebagai mitra teknologi lokal yang mendukung integrasi dan implementasi solusi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) di lingkungan rumah sakit Siloam.
Peluncuran teknologi tersebut dilakukan dalam forum bertajuk “Kolaborasi Indonesia–Tiongkok dalam Penguatan Layanan Kanker Nasional” yang dihadiri pejabat Kementerian Kesehatan RI, dr. Obrin Parulian, M.Kes; Konselor Kedutaan Besar Republik Rakyat Tiongkok untuk Indonesia, Wang Siping; jajaran manajemen Siloam; hingga pakar onkologi nasional dan internasional.
Pendiri Grup Lippo sebagaimana induk Siloam Hospitals, Mochtar Riady, menuturkan, “Kami bangga MRCCC menjadi pengguna pertama teknologi ini di Asia Tenggara. Kami berharap mesin ini benar-benar dapat membantu mengurangi penderitaan pasien kanker di Indonesia. Tanpa dukungan Pemerintah Republik Indonesia, pengembangan layanan kesehatan seperti ini tidak mungkin terjadi,” tutur Mochtar Riady.
Integrated CT-Linac merupakan teknologi radioterapi generasi terbaru yang menggabungkan CT scan untuk perencanaan dan mesin radioterapi dalam satu sistem terpadu, sehingga meningkatkan efisiensi, akurasi, dan kecepatan layanan bagi pasien kanker.
Chief Executive Officer Siloam International Hospitals sekaligus cucu Mochtar Riady, Caroline Riady, menjelaskan keunggulan utama teknologi tersebut.
“Secara sederhana, ini adalah dua alat menjadi satu. Alat CT scan dan radioterapi digabungkan, sehingga seluruh proses yang dulu memakan waktu berhari-hari kini dapat diselesaikan dalam hitungan menit,” jelas Caroline.
Ia menambahkan, implementasi teknologi ini sejalan dengan komitmen Siloam untuk menghadirkan layanan kanker berstandar global untuk kebutuhan pasien. Dalam kelanjutannya, terapan alkes berteknologi AI terbaru ini akan segera diterapkan bertahap di cabang RS Siloam dalam beberapa waktu ke depan.
Related News
Atasi Kendala Overcapacity, SMGR Pacu Ekspor dan Transformasi Bisnis
Saham Produsen GT Man (RICY) Top Loser, Direksi Jual Habis Kepemilikan
Usai Jual Aset Rp65M, Lancartama Sejati (TAMA) Ungkap Diakuisisi DBS
WSKT Catat Kontrak Baru Rp3,1 Triliun, Kebut Bandara Timor Leste
RATU Bagi Dividen Rp122,17 Miliar, 46 Persen Laba 2025
Aktor hingga Keponakan Luhut Kompak Mundur usai RAAM Merugi Rp34M





