Ketika Tren Padel Membawa Peluang Usaha, Asuransi Diperlukan?
:
0
Popularitas olahraga padel di Indonesia sedang naik daun. Dok. Ist.
EmitenNews.com - Popularitas olahraga padel di Indonesia sedang naik daun. Olahraga ini bukan hanya mudah dimainkan, tapi juga menghibur. Karenanya, dalam beberapa waktu terakhir, padel telah menjadi bagian dari gaya hidup baru, terutama di kalangan urban dan profesional muda. Apakah asuransi diperlukan untuk menyambut peluang usaha baru ini.
Fenomena ini kemudian membuka peluang baru di sektor bisnis olahraga dan gaya hidup. Kini, lapangan-lapangan padel mulai bermunculan di kawasan perumahan menengah hingga area komersial. Banyak pelaku usaha mulai tertarik menjajal bisnis lapangan padel, melihat potensi pasar yang saat ini kian bertumbuh.
Namun, sebagaimana bisnis lainnya, keberhasilan usaha ini tidak hanya ditentukan oleh tren dan antusiasme pasar. Dibutuhkan perencanaan yang matang dan pengelolaan operasional yang cermat—mulai dari pemilihan lokasi dan legalitas lahan, kontrak sewa jangka panjang, hingga risiko kerusakan akibat bencana alam. Semua ini bisa berdampak pada reputasi dan kelangsungan bisnis jika tidak disiapkan dengan baik.
Proteksi yang Sejalan dengan Strategi Bisnis
Menanggapi tren ini, Direktur Marketing MPMInsurance, Poppy Panca, menyampaikan pihaknya melihat pertumbuhan bisnis lapangan padel ini sebagai peluang positif. Namun, pelaku usaha juga perlu menyadari bahwa di balik peluang, selalu ada risiko, dan kita perlu mengelola risiko tersebut.
“Perlindungan bisnis sedini mungkin adalah langkah yang bijak—jangan tunggu sampai menghadapi risiko dulu baru kita mencari perlindungan,” katanya.
Sebagai anak usaha dari MPM Group, PT Asuransi Mitra Pelindung Mustika (MPMInsurance) menawarkan beragam produk perlindungan asuransi umum yang cocok untuk mendukung pelaku usaha di berbagai sektor, termasuk sektor usaha olahraga dan gaya hidup.
Beberapa produk andalan MPMInsurance meliputi:
Asuransi Kecelakaan Diri (Personal Accident dalam olahraga)
Memberikan perlindungan finansial (santunan) terhadap risiko kecelakaan yang terjadi saat melakukan aktivitas olahraga.
Related News
Peluang Bobibos, BBN dari Jerami Itu Siap Ikut Uji Laboratorium ESDM
Kemenkeu Perpanjang Tenggat Lapor SPT PPh Badan, Jadi Bergegaslah
Rupiah Lanjut Tertekan ke Rp17.353, Berikut Beberapa Faktor Pemicunya
BYD dkk Sukses KO Mobil Jepang dan Eropa, Laba Terjungkal
Citi Indonesia Kantongi Laba Rp2T pada 2025, Ditopang Tiga Bisnis Inti
Imbal Hasil Obligasi Jepang 10 Tahun Capai Level Tertinggi Sejak 1977





