Kinerja Apik, Grup Sinarmas ini Royal Guyur Dividen, Yield 7,71 Persen
:
0
Tampak anak kecil duduk di sebuah troli di dekat etalase minyak goreng merek Filma besutan Sinarmas Group. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Sinar Mas Agro (SMAR) akan membagi dividen interim Rp1,4 triliun. Alokasi dividen itu, diambil sekitar 34,6 persen dari tabulasi laba per 30 September 2026 di level Rp4,06 triliun. Dengan kebijakan tersebut, para investor emiten sawit Grup Sinarmas tersebut akan mendapat santunan dividen interim Rp490 per lembar.
Merujuk penutupan perdagangan saham sawit Grup Sinarmas itu di level Rp6.350, maka SMAR menawarkan dividend yield 7,71 persen. Pembagian dividen interim itu, sesuai dengan keputusan direksi, dan disetujui dewan komisaris pada 3 November 2026. Dengan demikian, jadwal dividen interim perseroan menjadi sebagai berikut.
Cum dividen pasar reguler dan pasar negosiasi pada 12 November 2026. Ex dividen pasar reguler dan pasar negosiasi pada 13 November 2026. Cum dividen pasar tunai pada 16 November 2026. Ex diiden pasar tunai pada 17 November 2026. Investor berhak mendapat dividen alias recording date pada 16 November 2026 pukul 16.00 WIB.
Pembayaran dividen akan dilakukan pada 26 November 2026. Pembagian dividen interim itu, berdasar data keuangan per 30 September 2026. Ya, sepanjang sembilan bulan pertama 2026, SMAR mengemas laba bersih Rp4,06 triliun. Saldo laba ditahan dengan alokasi penggunaan tidak dibatasi Rp22,72 triliun. Total ekuitas Rp25,87 triliun.
Kinerja Cemerlang
Sepanjang sembilan bulan pertama 2026, SMAR mentabulasi laba bersih Rp4,06 triliun. Melangit 155,34 persen dari episode sama tahun lalu Rp1,59 triliun. Menyusul hasil apik itu, laba per saham dasar emiten produsen minyak goreng bermerek Filma tersebut menjadi Rp1.414 dari periode sebelumnya Rp556.
Pendapatan Rp68,88 triliun, surplus 4,92 persen dari posisi sama tahun sebelumnya Rp65,65 triliun. Beban pokok penjualan Rp57,18 triliun, mengalami penyusutan dari fase sama tahun lalu Rp58,41 triliun. Laba kotor terkumpul Rp11,7 triliun, melonjak signifikan dari edisi sama 2025 senilai Rp7,24 triliun.
Beban penjualan Rp5,11 triliun, bengkak dari Rp3,85 triliun. Beban umum dan administrasi Rp1,15 triliun, naik dari Rp1,15 triliun. Total beban usaha Rp6,27 triliun, bertambah Rp5,01 triliun. Laba usaha Rp5,43 triliun, melejit dari Rp2,22 triliun. Rugi selisih kurs Rp360,14 miliar, bengkak dari Rp202,57 miliar.
Jumlah ekuitas Rp25,87 triliun, melonjak signifikan dari akhir tahun sebelumnya Rp22,43 triliun. Total liabilitas Rp25,26 triliun, mengalami pembengkakan dari akhir 2025 sebesar Rp22,76 triliun. Jumlah aset terakumulasi Rp51,13 triliun, mengalami penggemukan dari akhir tahun lalu Rp45,2 triliun. (*)
Related News
Besok GIAA Izin Right Issue 248,7 Miliar Lembar, Danantara Lakukan ini
RAJA Targetkan Rp2,8 T dari Penerbitan Obligasi dan Sukuk
Rp275 Miliar Obligasi Jatuh Tempo, SMAR Siap Rogoh Kas Internal
Gagal Bayar Kupon, Peringkat Obligasi WIKA Turun ke idD
Gagal Bayar Sukuk Rp1 T, Fitch Vonis Pos Indonesia Rating D
Besok, ULTJ Izin Right Issue Jumbo, dan Pembagian Dividen





