Kinerja BBCA 2025 Sesuai Ekspektasi, Prospek 2026 Lebih Kinclong!
:
0
Kantor Pusat Bank Central Asia Tbk (BBCA) di Jl MH Thamrin No. 1, Jakarta Pusat
EmitenNews.com - PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) baru saja merilis laporan keuangan konsolidasian yang diaudit untuk tahun buku 2025. Hasilnya, BBCA mampu membukukan pertumbuhan laba bersih dan sejalan dengan ekspektasi pelaku pasar.
Mengacu pada laporan keuangan Desember 2025, BBCA mencatatkan laba bersih tahun berjalan yang diatribusikan untuk pemilik sebesar Rp57,5 triliun. Artinya, laba bersih BBCA masih bisa tumbuh hingga 4,9% secara year-on-year (yoy).
Kinerja ini sejalan dengan ekspektasi pasar yang tercermin dari konsensus analis yang memperkirakan BBCA bakal meraup laba bersih sebesar Rp57,7 triliun.
Dirinci lebih lanjut, pertumbuhan laba bersih BBCA juga ditopang oleh pendapatan bunga bersih yang masih naik. Hingga 31 Desember 2025, bank dengan nilai kapitalisasi pasar terbesar di BEI tersebut mencatatkan pendapatan bunga bersih sebesar Rp85,8 triliun atau naik 4,0% yoy.
Tak hanya itu, BBCA telah sukses melakukan efisiensi yang tercermin dari penurunan beban operasional. Di sepanjang 2025, BBCA mencatatkan beban operasional sebesar Rp14,3 triliun atau turun 7,7% yoy. Hal ini yang pada akhirnya juga turut turut mendongkrak laba usaha bank.
Memasuki tahun 2026, banyak pihak yang menilai sektor perbankan Indonesia menghadapi berbagai tantangan. BRIDanareksa Sekuritas bahkan memberikan rating netral terhadap sektor perbankan. Broker tersebut bahkan menyebut kualitas aset masih menjadi tantangan tersendiri.
Meski demikian, BRIDanareksa Sekuritas justru menjadikan BBCA sebagai saham pilihan utama untuk sektor perbankan. BRIDS bahkan mengapresiasi kinerja BBCA dalam menjaga kualitas aset miliknya.
“BBCA secara umum mempertahankan tingkat NPL yang paling rendah dan paling stabil, yang mencerminkan penerapan kebijakan penyaluran kredit yang konservatif serta pengendalian risiko yang kuat, bahkan pada periode tekanan atau kondisi ekonomi yang menantang.” tulis Victor Stefano dan Naura Reyhan Muchlis analis BRIDanareksa Sekuritas dalam laporan risetnya.
Dalam riset tersebut, mereka menyoroti BBCA yang mencatat tingkat net write-off tertinggi dalam empat tahun terakhir pada 2025, dengan akselerasi yang tajam sejak pertengahan tahun. Menurut Victor dan Naura, hal ini justru mencerminkan pembersihan neraca yang proaktif, bukan penurunan kualitas aset yang mendasarinya. Apalagi, BBCA pada umumnya melakukan write-off lebih awal (front-loading) ketika tingkat pemulihan dinilai rendah.
“Tingginya write-off tersebut merefleksikan kepercayaan terhadap ketahanan laba dan kekuatan permodalan, sehingga BBCA mampu secara agresif menghapus kredit bermasalah lama sambil tetap menjaga rasio NPL pada level struktural yang rendah. Secara keseluruhan, hal ini mendukung pandangan bahwa perbaikan kualitas aset BBCA bersifat bersih, tegas, dan berkelanjutan.” tambah mereka dalam laporan risetnya.
Related News
Harga Anjlok ke Gocap, GOTO Minta Restu Buyback Rp3,5 Triliun
Emiten Alkes LABS Siap Dukung Pemerintah Hadapi Ancaman Hantavirus
TLKM Perkuat Fundamental dan Hasilkan Total Shareholder Return 35,7%
Bayu Buana (BAYU) Siap Alirkan Dividen, Rp100 per Saham
Ekalya (ELPI) Tuntaskan Pengalihan Saham, Nilainya Mencapai Rp17,25M
ARCI Siap Bagi Dividen, Rp1T Besarnya!





