Kinerja Solid Bank Jago (ARTO) Q1 2026, Laba Melonjak 42 Persen
:
0
?PT Bank Jago Tbk (ARTO).
EmitenNews.com - PT Bank Jago Tbk (ARTO) membuka tahun 2026 dengan kinerja yang solid pada kuartal I, ditopang pertumbuhan laba, kredit, serta dana pihak ketiga (DPK) yang konsisten.
Hingga Maret 2026, Bank Jago mencatat laba bersih setelah pajak (NPAT) sebesar Rp86 miliar, meningkat 42 persen secara tahunan dibandingkan Rp60 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Penyaluran kredit tumbuh 24 persen secara tahunan menjadi Rp25,2 triliun, naik dari Rp20,3 triliun pada kuartal I-2025. Pertumbuhan ini turut mendorong kenaikan total aset menjadi Rp39,5 triliun, atau tumbuh 22 persen dibandingkan Rp32,5 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
Di sisi pendanaan, Bank Jago mencatat penghimpunan DPK sebesar Rp26,4 triliun hingga akhir Maret 2026, meningkat 23 persen dibandingkan Rp21,4 triliun pada Maret 2025. Dari total tersebut, komposisi dana murah (CASA) mencapai 53 persen atau setara Rp13,9 triliun, sementara deposito berkontribusi sebesar 47 persen atau Rp12,5 triliun.
Pertumbuhan bisnis ini sejalan dengan peningkatan jumlah nasabah. Bank Jago mencatat, melayani 19,4 juta nasabah hingga akhir kuartal I-2026, bertambah lebih dari 3 juta nasabah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 16,3 juta nasabah. Dari jumlah tersebut, sebanyak 15,2 juta merupakan nasabah funding pengguna Aplikasi Jago.
Direktur Utama Bank Jago, Arief Harris, mengatakan peningkatan DPK mencerminkan kepercayaan nasabah yang semakin tinggi terhadap layanan perseroan.
“Peningkatan DPK ini menunjukkan nasabah semakin banyak dan percaya untuk memanfaatkan produk dan layanan Bank Jago sebagai bagian dari pengelolaan keuangan mereka. Kini Aplikasi Jago bukan sekadar tempat untuk menabung dan bertransaksi, tetapi sudah menjadi tempat untuk menumbuhkan keuangan nasabah secara lebih menyeluruh,” ujar Arief.
Ia menambahkan, pertumbuhan kredit Bank Jago tidak terlepas dari strategi kolaborasi dengan berbagai mitra, termasuk ekosistem digital, perusahaan pembiayaan, serta lembaga keuangan lainnya.
Meski agresif melakukan ekspansi, Bank Jago tetap menjaga kualitas aset. Hal ini tercermin dari rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) gross yang terjaga di level 0,8 persen, lebih rendah dibandingkan rata-rata industri perbankan nasional.
Dari sisi permodalan, Bank Jago mencatat rasio kecukupan modal (CAR) yang kuat di level 29,9 persen, memberikan ruang yang cukup untuk mendukung ekspansi bisnis ke depan. Sementara itu, rasio kredit terhadap simpanan (loan to deposit ratio/LDR) berada di level 95 persen.
Related News
Pendapatan Naik, PYFA Pangkas Rugi Hingga 99,4 Persen Per Juni 2026
TPIA Jelaskan Penurunan Laba, H1-2025 Didorong Keuntungan Sekali Saja
Sales Rp65T, Core Profit INDF Naik meski Laba Bersih Tertekan Kurs
Naik 6,8 Persen, Bank Neo (BBYB) Cetak Laba Bersih Rp294,85 Miliar
Terus Ciptakan Nilai Tambah, SBMA Perkuat Transformasi Keberlanjutan
Akselerasi Transformasi TLKM 30, Raih Pendapatan Konsolidasi Rp75,9T





