EmitenNews.com - PT Urban Jakarta Propertindo Tbk (URBN) membukukan aset sebesar Rp4,15 triliun pada 2025, turun sekitar 3,04 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp4,28 triliun. Aset tersebut terdiri atas aset lancar Rp2,33 triliun dan aset tidak lancar Rp1,82 triliun.

Liabilitas tercatat sebesar Rp2,31 triliun, naik sekitar 2,21 persen dari Rp2,26 triliun pada tahun sebelumnya. Rinciannya, liabilitas jangka pendek Rp2,29 triliun dan jangka panjang Rp18 miliar.

Sementara itu, ekuitas turun sekitar 8,46 persen menjadi Rp1,84 triliun dari sebelumnya Rp2,01 triliun.

Dari sisi kinerja, pendapatan URBN anjlok sekitar 63,30 persen menjadi Rp7,34 miliar dari Rp20 miliar pada tahun sebelumnya.

Penurunan juga terjadi pada beban pokok pendapatan yang menyusut sekitar 60,31 persen menjadi Rp5,16 miliar dari Rp13 miliar.

Dengan demikian, laba bruto turun sekitar 70,22 persen menjadi Rp2,18 miliar dari Rp7,32 miliar.

Namun demikian, tekanan dari berbagai beban membuat rugi operasi membengkak signifikan menjadi Rp174 miliar, dari sebelumnya Rp5,57 miliar.

URBN juga mencatatkan rugi sebelum pajak sebesar Rp174 miliar, berbanding terbalik dari laba Rp7,38 miliar pada tahun sebelumnya.

Sejalan dengan itu, rugi bersih yang diatribusikan kepada entitas induk mencapai Rp174 miliar, berbalik dari laba Rp3,05 miliar pada periode sebelumnya.

Kinerja tersebut turut mendorong rugi per saham menjadi Rp53,91, dari sebelumnya laba per saham Rp0,95.