EmitenNews.com - Dalam setahun, emiten batu bara PT Resources Alam Indonesia Tbk. (KKGI) kehilangan lebih dari separuh pendapatannya dan laba pun ikut menyusut tajam.

Dalam laporan keuangan KKGI terbaru dikutip Minggu (29/3/2026) perseroan mencatat pendapatan usaha sebesar USD153,11 juta hingga 31 Desember 2025, merosot hingga lebih dari separuh yakni, 53,15 persen year on year (yoy) dari USD326,80 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Penurunan juga terjadi pada beban pokok pendapatan yang turun menjadi USD127,04 juta, atau berkurang 43,20 persen yoy dari USD223,66 juta. Namun, laba kotor tetap tergerus dalam menjadi USD26,07 juta, anjlok 74,72 persen yoy dari USD103,14 juta.

Di level operasional, laba usahanya hanya tersisa USD5,75 juta, rontok 91,13 persen yoy dari USD64,83 juta. Laba sebelum pajak atau EBITDA kian turun menjadi USD5,54 juta, ambrol 90,81 persen yoy dari USD60,29 juta.

Lalu, laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar USD2,42 juta, menukik tajam 93,96 persen yoy dari USD40,07 juta yang juga menjadi salah satu penurunan terdalam dalam laporan kinerja perseroan tahun ini.

Melihat neracanya, total aset KKGI per 31 Desember 2025 tercatat USD181,70 juta, turun 13,06 persen yoy dari USD208,96 juta. Liabilitas susut menjadi USD30,55 juta, turun 36,51 persen yoy dari USD48,11 juta, sementara ekuitas berada di USD151,10 juta, tertakar turun 6,04 persen yoy dari USD160,80 juta.

Beriringan dengan terbitnya pembukuan keuangan tahun penuh 2025 ini, pada perdagangan Jumat (27/3) saham KKGI tercatat menguat 0,56 persen atau naik 2 poin ke level Rp356.