Klaim Sesuai Regulasi, Kino Indonesia (KINO) Lanjut Proses Buyback Rp100 Miliar
EmitenNews.com - PT Kino Indonesia (KINO) mengklaim rencana buyback tidak menabrak regulasi pasar modal. Hajatan tersebut telah melalui proses diskusi panjang dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Oleh karena itu, tindakan korporasi masih dalam koridor aturan pasar modal.
Selanjutnya, OJK meminta manajemen Kino Indonesia untuk memperhatikan khususnya mengenai ketentuan paling sedikit saham beredar 7,5 persen dari modal disetor, Lalu, menyampaikan hasil buyback kepada OJK pada hari yang sama dengan pelaksanaan transaksi buyback.
Manajemen Kino Indonesia menyebut OJK hanya mengimbau untuk memperhatikan aturan yang berlaku, dan tidak melarang perseroan untuk melanjutkan proses buyback. ”Itu sejumlah poin dari OJK. OJK akan berdiskusi dengan Bursa Efek Indonesia (BEI),” tutur Budi Muljono, Direktur dan Sekretaris Perusahaan Kino Indonesia, Selasa (8/2).
Sekadar informasi, Kino Indonesia akan melakukan buyback saham maksimal Rp100 miliar atau 20 juta lembar. Biaya untuk buyback diambil dari kas internal. Pelaksanaan buyback mulai 3 Februari 2022 hingga 2 Mei 2022. Perseroan membatasi harga buyback maksimum Rp5.000 per lembar.
Per 31 Januari 2022, komposisi pemegang saham Kino Indonesia 70 persen saham milik PT Kino Investindo, 12,61 persen Harry Sanusi, 11,23 persen dikempit DBSSG S/A Nusantara FMCG Ltd, dan masyarakat memiliki 6,16 persen saham. (*)
Related News
Binaan BRI, Kriti by Lusy Jajaki Potensi Global Wastra Nusantara
Borong Saham Rp914 Miliar, Hanwha Selangkah Lagi Kunci LPGI
Chandra Asri (TPIA) Tetapkan Bunga Obligasi Rp1,5T, Cek di Sini
Entitas Bakrie Lego 1,26 Persen VKTR Rp466,1 Miliar, Buat Apa?
Harum Energy Siapkan Dana Rp335 Miliar untuk Buyback HRUM
Emiten Mebel (SOFA) Incar Tender Energi Danantara, Intip Persiapannya





