Komitmen Pemerintah Tetap Jaga Independensi BI, Baca Argumen Purbaya
:
0
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Dok. Tribunnews.
EmitenNews.com - Pemerintah berkomitmen tetap menjaga independensi Bank Indonesia. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan tidak ada urgensi bagi pemerintah saat ini untuk mengganggu kebijakan moneter yang menjadi tanggung jawab bank sentral, termasuk desakan untuk terus mendukung program-program pemerintah.
"Dalam pengertian saya enggak akan memeras Bank Sentral untuk membiayai program pembangunan kita," ujar Menkeu Purbaya kepada pers, di Kantor Kementerian Keuangan pada Selasa (20/1/2026).
Purbaya menjelaskan lain halnya saat kondisi krisis, seperti pandemi Covid-19, otoritas moneter dan fiskal harus berjalan bersama untuk memastikan percepatan pemulihan ekonomi, sebagaimana melalui kebijakan burden sharing atau berbagi beban. Saat ini tak ada krisis semacam itu.
Menkeu Purbaya juga menampik program-program pemerintahan Presiden Prabowo Subianto memiliki kebutuhan biaya yang besar, misalnya makan bergizi gratis atau MBG dan koperasi desa merah putih (KDMP). Ia memastikan, anggaran pemerintah dipastikan selalu cukup. Karena itu, pemerintah tidak perlu anggaran dari BI untuk membiayai program pemerintah.
Purbaya menegaskan independensi BI baru bisa dipersoalkan jika terjadi intervensi langsung pemerintah dalam penetapan kebijakan moneter. Kondisi itu disebut tidak pernah terjadi. Menurut dia, pembagian peran antara pemerintah dan BI sudah jelas. Pemerintah menjalankan kebijakan fiskal. BI bertanggung jawab penuh atas kebijakan moneter.
Menkeu Purbaya merespon kekhawatiran publik bahwa tata kelola BI akan kehilangan independensinya pascapertukaran pejabat BI dengan Kemenkeu. Terutama karena keberadaan salah satu calon Deputi BI, Thomas Djiwandono sebagai pengganti Juda Agung memantik kekhawatiran tersebut.
Memang, selain Thomas, proses pengisian jabatan petinggi BI sebagai pengganti Juda Agung tersebut juga memunculkan dua nama lainnya Dicky Kartikoyono dan Solikin M. Juhro. Tetapi, angin sepertinya berhembus kepada Thomas, yang juga putra eks Gubernur BI Soedradjad Djiwandono.
Bukan apa-apa. Thomas Djiwandono, yang saat ini menjabat Wakil Menteri Keuangan adalah keponakan Presiden Prabowo Subianto. Dalam partai besutan sang paman, Partai Gerindra, Thomas adalah salah satu petinggi parpol tersebut, meski mengaku bakal segera mengundurkan diri.
Seperti apa hasilnya, siapa yang bakal menggantikan Juda Agung di BI, baiklah kita tunggu siapa yang akhirnya terpilih.
Mari dengar apa yang disampaikan Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede
Related News
Honda Akui Susah Lawan Mobil Listrik Murah Buatan China
Perbankan Tadah KLM Rp427,9 Triliun Awal April
AS Raih 'Berkah' Nyerang Iran, Catat Rekor Tertinggi Ekspor Minyak
Target Kementan 2026, Produksi Gula Kristal Putih 3,04 Juta Ton
Kembangkan PLTS Berbasis Koperasi, LPDB Siapkan Rp2,1 Triliun
Yuan Hari Ini Melemah 24 Poin Ke 6,8674 Per Dolar AS





