EmitenNews.com - PT PP Properti Tbk (PPRO) mencatatkan laba bersih sebesar Rp20,357 miliar pada tahun 2021, atau anjlok 86,19 persen dibandingkan tahun 2020, yang terbilang Rp109,33 miliar.

 

Pasalnya, anak usaha dari PTPP ini mencatatkan laba bersih pada akhir tahun 2020 sudah turun 64,25% dibanding akhir tahun 2019 yang tercatat sebesar Rp249,681 miliar.

 

Akibatnya, laba per saham dasar tersisa Rp0,35, jauh lebih kecil dibandingkan di akhir tahun 2020, yang tercatat sebesar Rp1,86.

 

Data tersebut tersaji dalam laporan keuangan tahun 2021 emiten properti anak usaha PT PP Tbk (PTPP) yang diunggah pada laman Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (11/3/2022).

 

Jelasnya, pendapatan usaha terpapas 58,45 persen hingga tersisa Rp862,46 miliar. Selaras dengan itu, beban pokok pendapatan juga dapat ditekan sedalam 54,64 persen dan tersisa Rp766,01 miliar.  

 

Akibatnya, laba kotor terpangkas 75,12 persen dan tersisa Rp96,444 miliar.

 

Menariknya, perseroan membukukan keuntungan pembelian atas diskon akuisisi anak usaha senilai Rp51,79 miliar, pos ini nihil pada tahun 2020.

 

Sementara itu, aset perseroan tumbuh 14 persen menjadi Rp21,086 triliun, karena utang lain-lain kepada pihak berelasi naik 103,5 persen menjadi Rp5,71 triliun.

 

Sayangnya, PPRO masih harus menguras kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi yang mencapai Rp106,81 miliar.