Konflik Timur Tengah Bawa IHSG Anjlok 4,41 Persen ke Level 7.589
:
0
Papan 'merah' perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta.
Menurut Elvi, dampak konflik geopolitik biasanya menjalar melalui beberapa jalur, mulai dari lonjakan harga minyak, tekanan terhadap nilai tukar rupiah, hingga potensi capital outflow dari pasar negara berkembang.
Ia menekankan pentingnya koordinasi antara Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia, dan Kementerian Keuangan Republik Indonesia guna menjaga stabilitas pasar.
“Stabilitas psikologis investor sama pentingnya dengan fundamental ekonomi. OJK perlu memastikan mekanisme pengawasan berjalan optimal serta menyiapkan kebijakan responsif untuk meredam gejolak,” kata dia.
Dengan volatilitas global yang masih tinggi dan ketidakpastian konflik yang belum mereda, pelaku pasar diperkirakan tetap berhati-hati dalam beberapa waktu ke depan.(*)
Related News
Kenaikan Harga Bahan Baku Berbasis Energi Tekan Industri TPT
Bersamaan Stop Impor Solar, 1 Juli Biodiesel B50 Digunakan Nasional
IHSG Dibuka Melemah ke 7.528, Tertekan Sentimen MSCI & Saham Big Caps
Wall Street Anjlok, IHSG Potensial Rebound
IHSG Melemah, Asing Jual BBRI, BUMI, hingga BRMS
Gerak IHSG Terbatas, Borong Saham BMRI, SSIA, PANI, PTRO, dan ACES





