Konsolidasi Tjokro Group Berjalan Mulus, Saham GPSO Diproyeksi Melesat
:
0
PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO) bertransformasi di bawah kendali pengendali baru, PT PIMSF yang merupakan bagian dari Tjokro Group
EmitenNews.com - Langkah PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO) untuk bertransformasi di bawah kendali pengendali baru, PT PIMSF yang merupakan bagian dari Tjokro Group, terus menunjukkan sinyal positif. Setelah sukses mengeksekusi aksi korporasi tahap awal, emiten yang bergerak di bidang penyedia solusi geo-spasial dan kini merambah ke industri mekanikal ini dinilai pasar memiliki prospek pertumbuhan jangka panjang yang solid.
Pada perdagangan saat ini, saham GPSO bertengger di level Rp284 per saham. Harga ini terhitung atraktif mengingat komitmen investasi dari Tjokro Group yang telah menyuntikkan dana segar melalui aksi private placement senilai Rp28,46 miliar dengan harga pelaksanaan jauh di atas harga pasar saat ini, yakni sebesar Rp427 per saham.
Kepercayaan Investor Meningkat dan Bebas Notifikasi Khusus
Indikator positif dari sisi pasar modal terlihat dari laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek terbaru. Per Juni 2026, jumlah Pemegang Saham Nasabah Pemilik SID saham GPSO tercatat naik tipis sebanyak 43 investor menjadi 4.470 investor, dibandingkan bulan Mei 2026 yang sebesar 4.427 investor. Kenaikan retail ini mencerminkan basis investor yang semakin solid dan minat publik yang terjaga.
Selain itu, GPSO juga menepis kekhawatiran pasar terkait pemenuhan regulasi bursa. Saham ini dipastikan tidak masuk dalam radar notifikasi khusus terkait High Shareholding Concentration (HSC) atau pemenuhan free float. Saat ini, saham publik (free float) GPSO telah mencapai 56,61%, jauh di atas batas minimal regulasi, yang sekaligus menjamin likuiditas perdagangan saham ini di pasar reguler.
Menatap Transformasi Hulu-Hilir Bersama Tjokro Group
Manajemen GPSO menegaskan komitmennya untuk melanjutkan transformasi pasca-akuisisi. Merujuk pada Keterbukaan Informasi tertanggal 21 Januari 2026 mengenai Rencana Restrukturisasi, yang kemudian diperbarui pada 18 Juni 2026, perseroan berkomitmen penuh melaksanakan beberapa aksi korporasi lanjutan. Ekspansi ini akan didukung melalui pendanaan ekuitas maupun instrumen utang.
"Langkah ini diambil demi meningkatkan nilai tambah (value added) bagi perseroan. Mengingat rekam jejak kuat Tjokro Group, GPSO akan bertransformasi masuk ke industri baru yang sangat strategis, yaitu bidang komponen mekanikal dan permesinan (machining)," tulis manajemen GPSO, dalam keterangan resmi menjawab pertanyaan BEI.
Langkah ini dirancang untuk memenangkan persaingan di pasar domestik maupun global, sekaligus mengamankan logistik dan rantai pasok (supply chain) di industri solusi mekanikal komponen terpadu dari hulu (upstream) hingga hilir (downstream).
Lewat sinergi ini, GPSO bersama Tjokro Group membidik pangsa pasar baru yang lebih luas. Saat ini, seluruh rencana aksi korporasi tersebut sedang dalam tahap kajian mendalam (due diligence) dengan tetap mengedepankan prinsip keberlanjutan usaha (going concern) serta kepatuhan penuh terhadap regulasi pasar modal yang berlaku.
Related News
Saham UVCR Menjadi Buruan Investor, Free Float Aman dan Kinerja Solid
Laba Melesat 33 Persen, ZATA Defisit Rp142 Miliar
MDKA Habiskan Dana Rp49,49 Miliar, Eksplorasi Fokus Tiga Wilayah ini
Mumpung Diskon, Sejumlah Pentolan ini Serok Saham PGAS
Juni 2026, Penjualan Mobil ASII Melejit 37 Persen
ARCI Sedot USD5,6 Juta, Fokus Eksplorasi Tambang Emas Toka Tindung





