EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin ditutup menguat 2,52 persen menjadi 8.122 setelah sempat dibuka melemah. Indeks rebound didorong penguatan indeks bursa Asia, harga komoditas, dan harapan pemulihan pasar modal Indonesia seiring rencana langkah reformasi.

Pertemuan otoritas dengan Morgan Stanley Capital International (MSCI), dan bargain hunting terhadap saham-saham dianggap sudah relatif murah. Seluruh sektor membukukan kenaikan, dengan penguatan terbesar pada sektor basic materials. Rupiah juga ditutup menguat pada level Rp16.754 per dolar Amerika Serikat (USD). 

Secara teknikal, Stochastic RSI indeks membentuk golden ross di area oversold. Indeks sempat menembus level MA200 sebelum akhirnya ditutup di atas level MA200, dan di atas level psikologis 8.000. So, sepanjang perdagangan hari ini, Rabu, 4 Februari 2026, indeks berkonsolidasi di kisaran 7.950-8.400. 

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Self Regulatory Organization (SRO) akan membuka data kategori investor pasar modal dari sebelumnya berjumlah 9 kelas menjadi 27 subkelas. Kebijakan itu, salah satu upaya transparansi desakan MSCI. Nanti, akan ada data investor perusahaan dari berbagai kategori.

Misalnya, private equity, pemerintah, peer to peer lending (pinjaman online), dan lainnya. Selain akan dibedakan menjadi 27 subkelas, data investor itu juga akan diklasifikasi berdasar afiliasi atau non-afiliasi. Investor Eropa, akan mencermati data inflasi Januari 2026 ditaksir melambat menjadi 1,8 persen YoY dari Desember 2025 di level 1,9 persen YoY. 

Sedang Amerika Serikat (AS) akan merilis indeks ISM Service PMI Januari 2026 diperkirakan relatif stabil di level 54.3 dari Desember 2025 di posisi 54.4. Berdasar data itu, Phintraco Sekuritas menyarankan pelaku pasar untuk mengoleksi saham ASII, ICBP, MAPI, CUAN, dan MDKA. (*)