Kontrak Berjangka AS Turun Tertekan Hasil Obligasi AS
:
0
Kontrak berjangka saham Amerika Serikat bergerak melemah tipis pada Jumat (25/9) akibat tekanan berlanjut dari kenaikan imbal hasil obligasi.(Foto: Magnific)
EmitenNews.com - Kontrak berjangka saham Amerika Serikat bergerak melemah tipis pada Jumat (25/9) akibat tekanan berlanjut dari kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah. Pergerakan ini menempatkan indeks Dow Jones dalam jalur penurunan mingguan selama empat pekan berturut-turut.
Berdasarkan data Trading Economics kontrak berjangka yang terikat dengan Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq 100 masing-masing terkoreksi sekitar 0,1 persen. Kondisi ini melanjutkan tren perdagangan reguler pada Kamis, ketika Dow Jones ditutup melemah 0,31 persen, sementara S&P 500 dan Nasdaq Composite relatif tidak banyak berubah.
Tekanan utama pasar saham bersumber dari lonjakan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat tenor 10 tahun hingga menyentuh level 5,2 persen, yang merupakan posisi tertinggi sejak 2007. Di saat bersamaan, imbal hasil obligasi tenor 30 tahun merangkak naik ke level 5,5 persen atau tertinggi sejak 2004.
Sentimen pasar juga tertekan oleh volatilitas harga minyak dunia seiring munculnya laporan bahwa Amerika Serikat dan Iran sedang membahas kesepakatan bertahap. Pembahasan tersebut mencakup potensi pembukaan kembali Selat Hormuz serta pencabutan blokade Amerika Serikat terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
Pelaku pasar saat ini menantikan rilis laporan sentimen konsumen dari Universitas Michigan serta data pesanan barang tahan lama yang dijadwalkan keluar pada Jumat. Di sisi lain, tidak ada agenda rilis kinerja keuangan utama dari korporasi besar yang dijadwalkan pada hari ini.
Bagi pasar keuangan Indonesia, tekanan beruntun pada bursa Amerika Serikat dan tingginya imbal hasil obligasi Treasury berpotensi memicu volatilitas aliran modal asing di pasar domestik. Kondisi ini dapat memberi tekanan pada nilai tukar Rupiah serta pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).(*)
Related News
Tencent Rilis TenPayGo, Mudahkan Turis Asing di China
Trump: Hubungan AS-China tak Pernah Seakur Sekarang
Tertekan Dolar dan Bunga AS, Emas Pekan Ini Diperkirakan Turun 2%
Harga BBM Melonjak, Penjualan Mobil Listrik di Eropa Naik 52,2%
Negosiasi Damai AS-Iran Tahan Reli Harga Minyak
Pemerintah Bahas Rp3,8T Untuk 74 Juta Warga Belum Punya Rekening





