EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan bergerak sedikit pulih. Itu mengacu kepada pergerakan bursa saham Amerika Serikat (AS), dan bursa Asia sudah menguat.
”Jadi, sepanjang perdagangan hari ini, IHSG akan bergerak pada rentang support 6.590, dan resisten 6.760,” tutur Alwin Rusli, Research Analyst Reliance Sekuritas Indonesia, di Jakarta, Kamis (7/7).
Secara teknikal, candle Indeks hampir bergerak selebar candle sebelumnya. Itu mengisyaratkan pelemahan pada perdagangan kemarin mungkin tidak akan berlanjut. Sebaliknya, akan terjadi rebound di waktu mendatang. Beberapa saham berpotensi naik antara lain ADMR, AVIA, DRMA, ANTM, AGII, ADRO, AMRT, ICBP, ARTO, dan ASLC.
Kemarin Indeks menukik 0,81 persen menjadi 6.646,41. Kejatuhan Indeks seiring pelemahan rupiah ke level Rp15 ribu per dolar AS. Rupiah di pasar spot sempat bergerak ke area Rp15.039 per dolar AS atau level tertinggi sejak awal Mei 2020 lalu.
Sektor pendorong koreksi Indeks di antaranya sektor industri minus 2,26 persen, energi anjlok 2 persen, dan industri dasar minus 1,43 persen. Investor asing membukukan net sell Rp316,22 miliar, dengan saham-saham paling banyak dibeli yaitu ANTM, ADRO, dan UNTR.
Kemudian bursa saham AS Wall Street diperdagangkan di zona hijau. Penyebabnya The Fed akan memegang kendali penuh terhadap fluktuasi inflasi. Selanjutnya, kenaikan tingkat suku bunga tetap akan terjadi untuk memerangi kenaikan inflasi tinggi.
Sementara itu, bursa saham Asia pagi ini sudah diperdagangkan di zona positif. Nikkei misalnya telah menguat 0,4 persen, dan Kospi juga menanjak 0,9 persen. (*)
Related News
Mayoritas Sektor Menguat, IHSG Lompat 1,22 Persen ke Level 8.031
IHSG Bangkit ke 8.012 di Sesi I (9/2), Saham Emas Kompak Terbang
Produksi Beras Awal 2026 Berpotensi Naik 15,79 Persen
Pertamina-SGN Bangun Pabrik Bioetanol Kapasitas 30 Ribu KL/Tahun
Purbaya Ajak Aparat Pajak Perbaiki Kinerja, Jangan Kalah Sama 'Pemain'
Memasuki 2026 Industri Otomotif Mulai Stabil





