EmitenNews.comPT Fast Food Indonesia Tbk (FAST) berhasil membalikkan keadaan menjadi laba pada enam bulan pertama tahun ini, dibandingkan dengan rugi pada periode yang sama tahun lalu. Laba periode berjalan tercatat sebesar Rp32,66 miliar pada semester I-2022, berbalik dari kondisi rugi Rp76,92 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

 

Berdasarkan laporan keuangan yang dikutip Senin (1/8/2022), laba per saham dasar menjadi Rp 8 pada akhir Juni 2022, dibandingkan dengan rugi Rp 19 pada akhir Juni 2021.

 

Pengelola restoran cepat saji KFC di Indonesia, membukukan pendapatan sebesar Rp 2,87 triliun pada semester I-2022, meningkat 18,1% dari Rp 2,43 triliun pada semester I-2021.

 

Beban pokok penjualan tercatat Rp 1,08 triliun, naik 16% dari Rp 933,3 miliar pada semester I-2021. Laba kotor tercatat sebesar Rp 1,78 triliun per akhir Juni 2022, melonjak 19,4% dari Rp 1,5 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

 

Total aset perseroan per 30 Juni 2022 senilai Rp3,55 triliun atau bisa di bilang tidak mengalami perubahan signifikan. Total aset dikontribusikan oleh ekuitas yang naik jadi Rp978,65 miliar dari sebelumnya Rp919,18 miliar dan liabilitas tercatat Rp2,57 triliun atau turun dari Rp2,63 triliun.

 

Sebagai pemegang hak waralaba tunggal untuk merek KFC di Indonesia, PT Fast Food Indonesia Tbk didirikan oleh Keluarga Gelael pada 1978. Pada 1979, Perseroan mendapatkan akuisisi waralaba dengan pembukaan gerai pertama pada bulan Oktober di Jalan Melawai di Jakarta. Pembukaan gerai pertama terbukti sukses dan diikuti dengan pembukaan geraigerai selanjutnya di Jakarta dan ekspansi hingga ke sejumlah kota besar lainnya di Indonesia antara lain Bandung, Semarang, Surabaya, Medan, Makassar, dan Manado. Sukses membangun merek ini, menanamkan KFC dalam benak konsumennya sebagai merek waralaba cepat saji yang terkenal dan dominan di Indonesia.

 

Dengan bergabungnya Salim Group pada 1990 sebagai salah satu pemegang saham utama semakin mendorong inisiatif ekspansi bisnis Perseroan, dan pada 1993, Perseroan terdaftar sebagai emiten di Bursa Efek Jakarta (sekarang Bursa Efek Indonesia), satu langkah untuk meningkatkan pertumbuhannya. Kepemilikan saham mayoritas 80% pada saat ini terdistribusi 43,84% kepada PT Gelael Pratama dari Gelael Group dan 35,84% kepada PT Megah Eraraharja dari Salim Group; sementara saham minoritas (20%) terbagi kepada Masyarakat dan Koperasi Karyawan.

 

Perseroan memperoleh hak untuk menggunakan merek KFC dari pemilik waralaba saat ini, Yum! Asia Franchise Pte Ltd, suatu bagian dari Yum! Restaurants International (YRI). YRI sendiri adalah sebuah badan usaha dari Yum! Brands Inc, sebuah perusahaan publik di Amerika Serikat dan pemilik waralaba dari empat merek ternama lainnya, yaitu : Pizza Hut, Taco Bell, A&W, dan Long John Silvers. Namun demikian, pada akhir 2011, dua merek lainnya yaitu : A&W dan Long John Silvers sudah tidak bergabung lagi dalam Yum! Brands Inc. Bahkan dengan keluarnya kedua merek ini tidak mengubah posisi Yum! Group sebagai jaringan restoran cepat saji.