IDXINDUST

 0.00%

IDXINFRA

 0.00%

IDXCYCLIC

 0.00%

MNC36

 0.00%

IDXSMC-LIQ

 0.00%

IDXHEALTH

 0.00%

IDXTRANS

 0.00%

IDXENERGY

 0.00%

IDXMESBUMN

 0.00%

IDXQ30

 0.00%

IDXFINANCE

 0.00%

I-GRADE

 0.00%

INFOBANK15

 0.00%

COMPOSITE

 0.00%

IDXTECHNO

 0.00%

IDXV30

 0.00%

ESGQKEHATI

 0.00%

IDXNONCYC

 0.00%

Investor33

 0.00%

IDXSMC-COM

 0.00%

IDXBASIC

 0.00%

IDXESGL

 0.00%

DBX

 0.00%

IDX30

 0.00%

IDXG30

 0.00%

ESGSKEHATI

 0.00%

IDXSHAGROW

 0.00%

KOMPAS100

 0.00%

PEFINDO25

 0.00%

BISNIS-27

 0.00%

ISSI

 0.00%

MBX

 0.00%

IDXPROPERT

 0.00%

LQ45

 0.00%

IDXBUMN20

 0.00%

IDXHIDIV20

 0.00%

JII

 0.00%

IDX80

 0.00%

JII70

 0.00%

SRI-KEHATI

 0.00%

IDXLQ45LCL

 0.00%

SMinfra18

 0.00%

KB Bukopin
Sinerco

Kuartal I - 2022 Bukalapak (BUKA) Jadi Untung Rp14,5 Triliun, Ini Pemicunya

28/04/2022, 13:40 WIB

Kuartal I - 2022 Bukalapak (BUKA) Jadi Untung Rp14,5 Triliun, Ini Pemicunya

EmitenNews.com - PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) hingga kuartal I-2022 membukukan laba bersih senilai Rp14,55 triliun atau membaik dibanding periode sama tahun 2021 yang tercatat Rugi sebesar Rp319,12 miliar. Sehingga  laba per saham yang diatribusikan kepada pemegang saham entitas induk Rp141,18 dari rugi per saham Rp39,32 di periode tahun sebelumnya

 

Dalam laporan keuangan kuartal I 2022 BUKA yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (28/4/2022) dijelaskan raihan laba tersebut ditopang pendapatan yang naik 86,05 persen jadi Rp787,9 miliar, yakni pendapatan dari mitra sebesar Rp471,82 miliar, atau naik 227,08 persen.

 

Selain itul pendapatan wahana perdagangan daring sebesar Rp278,55 miliar atau tumbuh 9,4 persen.

 

BUKA juga membukukan laba nilai investasi yang belum dilepas senilai Rp15,492 triliun, yang berasal dari investasi saham di BEI senilai Rp14,868 triliun dibandingkan kondisi akhir Desember 2021, yang tercatat senilai Rp26,454 miliar.

 

BUKA menempatkan investasinya pada PT Ashmore Asset Management Indonesia Tbk (AMOR) senilai Rp579,2 miliar. Nilai investasi ini tak bergerak dibandingkan akhir tahun 2021. Dari hasil investasi tersebut perseroan mencatatkan laba usaha senilai Rp14,421 triliun, atau membaik dibandingkan kuartal I 2021 yang tercatat rugi usaha senilai Rp327,99 miliar.

 

Disisi lain  beban pokok pendapatan membengkak 561 persen, bahkan beban umum dan administrasi membengkak 251,54 persen menjadi Rp1,023 triliun.

 

Sementara itu, aset perseroan naik 50 persen menjadi Rp39,923 triliun karena ditopang akumulasi laba sebesar Rp5,222 triliun, sedangkan di akhir Desember 2021 tercatat defisit Rp9,327 triliun.






Author: K M