EmitenNews.com - Bank Mandiri telah merealisasikan penggunaan dana penerbitan obligasi berkelanjutan I tahap I tahun 2025. Obligasi yang dimaksud bernilai Rp5 triliun.

Direktur Treasury and International Banking Bank Mandiri Ari Rizaldi merinci, dari total penawaran umum Rp5 triliun, hasil bersih yang diterima Bank Mandiri Rp4,97 triliun.

Itu merupakan hasil bersih setelah dikurangi biaya penawaran umum Rp33,68 miliar.

Dari jumlah itu, Bank Mandiri menggunakan Rp4,97 triliun atau seluruh hasil bersih dari obligasi tersebut untuk ekspansi kredit.

Seperti diketahui, obligasi Bank Mandiri tersebut tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 22 Desember 2025. Artinya, Bank Mandiri telah merealisasikan dana hasil obligasi tersebut hanya dalam waktu satu bulan.

Adapun sesuai rencana, dana hasil obligasi tersebut akan digunakan Bank Mandiri untuk membiayai atau membiayai kembali proyek sesuai Kerangka Kegiatan Usaha Berwawasan Lingkungan dan Kegiatan Usaha Berwawasan Sosial.

Saat itu, Ari menegaskan bahwa kebutuhan pendanaan berkelanjutan terus meningkat di tengah pergeseran praktik bisnis menuju standar ESG yang lebih ketat.

Dengan penerbitan ini, Bank Mandiri, lanjut Ari turut mempertegas posisi sebagai motor intermediasi yang mendukung pembiayaan strategis dan berkelanjutan. Perseroan berharap alokasi dana dapat terserap optimal dalam satu tahun sesuai ketentuan POJK 18 Tahun 2023 sehingga memberikan dampak ekonomi lebih luas serta menguatkan ketahanan sektor keuangan nasional.

“Melalui aksi korporasi ini, kami mendorong pembiayaan yang lebih produktif dan berkelanjutan agar manfaatnya terasa nyata bagi dunia usaha dan masyarakat. Kami ingin memastikan setiap keputusan strategis di Bank Mandiri dapat menghadirkan nilai tambah bagi perekonomian nasional dan memperkuat momentum pertumbuhan yang inklusif,” pungkasnya. (*)