Kurangi Porsi, CGS Jual 43,7 Juta Saham Energi Mega Persada (ENRG)
:
0
CGS Internationallustrasi PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) mengurangi porsi kepemilikan sahamnya pada Selasa (13/10/2026)
EmitenNews.com - CGS International Sekuritas Indonesia, pemegang saham PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) mengurangi porsi kepemilikan sahamnya pada Selasa (13/10/2026). Perseroan mengurangi sebanyak 43.792.650 lembar saham emiten bidang eksplorasi, pengembangan, dan produksi serta gas bumi.
Dalam keterangan tertulisnya, Kamis (15/10/2026), Manajemen ENRG, bagian dari Grup Bakrie menyampaikan bahwa CGS International telah mengurangi sebanyak 43.792.650 lembar saham di harga Rp995 per helai.
"Tujuan dari transaksi ini adalah untuk Pengurangan jaminan Saham REPO dengan kepemilikan saham langsung," tuturnya.
Setelah transaksi ini maka kepemilikan saham CGS International di ENRG menjadi 2.675.207.468 lembar saham, atau setara 8,82 persen.
Bandingkan dengan sebelumnya, CGS International memiliki sebanyak 2.719.000.118 lembar saham Energi Mega Persada (ENRG), atau mencapai 9,31 persen.
Trimegah Sekuritas Tambah Kepemilikan Saham Energi Mega Persada
Sementara itu, PT Trimegah Sekuritas Indonesia, pemegang saham PT Energi Mega Persada Tbk. (ENRG) telah menambah porsi kepemilikan sahamnya pada tanggal 12 Oktober 2026.
Manajemen ENRG Dalam keterangan tertulisnya, Rabu (14/10/2026) menyampaikan bahwa Trimegah telah membeli saham ENRG sebanyak 206.857.700 lembar saham di harga Rp1.000 per saham
"Tujuan dari transaksi ini untuk Reverse Repo dengan kepemilikan saham langsung," tuturnya.
Dengan transaksi tersebut maka kepemilikan saham Trimegah Sekuritas di Energy Mega Persada (ENRG) menjadi 3,43 miliar lembar saham (12,68%).
Related News
Bursa Korsel Crash, Transaksi Distop, Anjlok Lebih 8%
Danantara, INA, Chandra Asri Bangun Industri Pertrokimia Kelas Dunia
Harga Emas Dunia Naik, Emas Antam Justru Merosot
Kospi Anjlok 7 Persen Efek Kejutan Inflasi AS dan Isu AI
Pasokan Masih Terganggu, Harga Minyak Mentah Pertahankan Kenaikan
Utilisasi Rendah, Industri Baja Minta Pengendalian Impor





