EmitenNews.com - Emiten nikel PT Ifishdeco Tbk. (IFSH) mencatat laba periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk yang terkontraksi pada 2025. Laba periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun 13,77 persen secara year on year (yoy) menjadi Rp72,14 miliar, dari Rp83,66 miliar pada 2024. Laba per saham dasar (EPS) ikut ciut 13,79 persen yoy menjadi Rp37,51 dari Rp43,51.

Meski laba bersih menyusut, topline perseroan masih membukukan pertumbuhan. Penjualan neto naik 2,81 persen yoy menjadi Rp1,00 triliun hingga akhir Desember 2025, dibandingkan Rp972,7 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Berdasarkan laporan keuangan per 31 Desember 2025 yang dirilis Senin (2/3/2026), mencatat kenaikan pendapatan belum sepenuhnya mampu menahan tekanan di sisi biaya. Beban pokok penjualan membengkak 5,76 persen yoy menjadi Rp709,69 miliar dari Rp671,01 miliar. Alhasil, laba bruto sedikit tergerus 3,37 persen yoy menjadi Rp291,54 miliar dari Rp301,69 miliar.

Kemudian, di level operasional, beban umum dan administrasi berhasil ditekan 5,41 persen yoy menjadi Rp141,94 miliar. Namun, laba usaha tetap terkikis 1,53 persen yoy menjadi Rp149,31 miliar dari Rp151,63 miliar.

Menariknya, laba sebelum pajak justru membubung 7,55 persen yoy menjadi Rp154,27 miliar dari Rp143,44 miliar, meski pada akhirnya bottom line tetap tertekan.

Dari sisi neraca, total aset tumbuh 6,00 persen yoy menjadi Rp1,06 triliun. Liabilitas berhasil dipangkas 13,13 persen yoy menjadi Rp147,62 miliar, sementara ekuitas menguat 8,95 persen yoy menjadi Rp913 miliar dari Rp838 miliar.

Beriringan dengan terbitnya pembukuan keuangan tahun penuh 2025 ini, pada perdagangan Senin (2/3) saham IFSH justru membubung 22,91 persen, melesat 410 poin ke posisi Rp2.200.