Laba Bersih Bundamedik (BMHS) Melejit 142,47 Persen Jadi Rp215,29 Miliar, Ini Pendorongnya
:
0
EmitenNews.com - Bundamedik (BMHS) sepanjang 2021 mencatat aset senila Rp2,68 triliun. Menanjak 24,3 persen dari periode sama 2020 di kisaran Rp2,16 triliun. Lonjakan aset tersebuh terjadi karena sejumlah faktor.
Misalnya, laba bersih perusahaan meningkat, dan penambahan capital expenditure (Capex) periode 2021. Di mana, sebagian besar dikontribusi dari tanah, bangunan, dan peralatan medis untuk menunjang kebutuhan operasional rumah sakit anak perusahaan seiring investasi dalam pendirian, dan akuisisi anak usaha selama 2021.
Sementara itu, lonjakan sangat signifikant terjadi pada ekuitas perseroan. Di mana, sepanjang periode 2021, Budamedik mencatat ekuitas Rp1,68 triliun. Melangit 60,7 persen dari periode sama 2020 sekitar Rp1,04 triliun. ”Itu terjadi karena ada penambahan modal dari proses initial publik offering (IPO), dan peningkatan laba ditahan perusahaan disebabkan peningkatan laba bersih perusahaan,” tutur Nurhadi Yudiyanto, Managing Director Bundamedik.
Laba bersih tercatat Rp215,29 miliar, melesat 142,47 persen dari periode sama 2020 di kisaran Rp88,79 miliar. Efeknya, laba per saham dasar menanjak 144,44 persen menjadi Rp44 dari periode sama tahun sebelumnya hanya Rp18. Laba tahun berjalan Rp315,36 miliar, naik 166,21 persen dari tahun sebelumnya Rp118,46 miliar.
Laba kotor merangsek naik 66,99 persen menjadi Rp823,52 miliar dari tahun sebelumnya Rp493,15 miliar. Laba Sebelumnya pajak terkumpul Rp398,89 miliar, melesat 175,11 persen dari periode sama 2020 sebesar Rp144,99 miliar. Pendapatan Rp1,71 triliun, surplus 50 persen dari tahun sezelumnya Rp1,14 triliun. Namun, beban pendapatan naik 35,45 persen mennjadi Rp887,23 miliar dari tahun sebelumnya Rp654,99 miliar. (*)
Related News
Anak Usaha SMGR Suplai Beton Sekolah Rakyat di Empat Provinsi
WTON Suplai Material Proyek NPEA Pelindo, Kontrak Capai Rp153M
PPRO Lepas Hotel Prime Park Bandung Rp133M, Fokus Perkuat Bisnis Inti
GOTO Pastikan PHK Tokopedia Tak Berdampak Material ke Kinerja
Saham LUCY Terbebas dari HSC, Tapi Ambruk 10 Hari Beruntun
AADI Suntik Pinjaman USD100,8 Juta ke Kaltara Power Indonesia





