Laba BUKK Anjlok 38,53 Persen Jadi Rp221,24 Miliar di Semester I-2026
:
0
Jajaran Direksi PT Bukaka Teknik Utama Tbk (BUKK) saat melakukan paparan kinerja pada, Kamis 18 Juni 2026. Photo/Rizki EmitenNews.
EmitenNews.com - PT Bukaka Teknik Utama Tbk. (BUKK) emiten milik keluarga Jusuf Kalla itu mencatatkan penurunan laba bersih di tengah lonjakan pendapatan pada semester I-2026.
Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis Selasa (28/7), pendapatan BUKK naik 96,52% menjadi Rp2,26 triliun hingga 30 Juni 2026 dari Rp1,15 triliun di periode sama tahun sebelumnya.
Beban kontrak konstruksi dan non-konstruksi turun menjadi Rp670,15 miliar dari Rp856,26 miliar. Alhasil laba kotor melesat 429,13% menjadi Rp1,59 triliun dari Rp300,56 miliar tahun sebelumnya.
Namun, kinerja BUKK tertekan oleh beban lain-lain. Perseroan mencatat beban lain-lain bersih Rp1,32 triliun, berbalik dari pendapatan lain-lain bersih Rp383,03 miliar. Penyebab utamanya adalah rugi selisih kurs Rp704,13 miliar, berbalik dari laba selisih kurs Rp558,83 juta dan kenaikan beban keuangan menjadi Rp469,55 miliar dari Rp14,47 miliar.
Dampaknya, laba sebelum pajak turun 30,40% menjadi Rp266,63 miliar dari Rp383,03 miliar. Laba yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk anjlok 38,53% menjadi Rp221,24 miliar dari Rp359,88 miliar tahun sebelumnya.
Menengok sisi neraca, jumlah aset mencapai Rp26,04 triliun hingga 30 Juni 2026 naik dari Rp25,30 triliun per 31 Desember 2025.
Jumlah liabilitas naik menjadi Rp17,11 triliun dari Rp16,61 triliun. Sementara ekuitas naik menjadi Rp8,93 triliun dari Rp8,69 triliun.
Beriringan dengan rilis laporan keuangan, saham BUKK pada intraday perdagangan Selasa (28/7) terpantau melemah 1,4% atau 15 poin ke level Rp1.055.
Related News
Produksi Nikel Turun, Vale (INCO) Mampu Cetak Laba Bersih USD147 Juta
TBS Energi (TOBA), 14 Ribu Motor Listrik Beroperasi, Tumbuh 115%
Perkuat Kinerja, Bank Ganesha (BGTG) Optimalkan Penyaluran Kredit
Pendapatan Dyandra Media (DYAN) Rp974 Miliar, Terbesar dari MICE
Kinerja Keuangan Solid, Total Aset Emiten Aguan (PANI) Rp51 Triliun
BCA Bantah Rumor Merger, Harga Saham Akhir Oktober Menguat





