Laba MAPA Tembus Rp1,7 Triliun, Telisik Ini Penyebabnya
:
0
PILIH - Pengunjung tengah mengamati etalase produk di gerai baru MAP Aktif Adiperkasa. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Map Aktif Adiperkasa (MAPA) sepanjang 2025 mencatat pendapatan bersih tumbuh 12,2 persen menjadi Rp19,3 triliun. Laba kotor terkumpul sebesar Rp9,1 triliun, laba usaha meningkat 17,6 persen menjadi Rp2,5 triliun, dan EBITDA sebesar Rp4,0 triliun.
Selain itu, laba bersih meningkat 27,2 persen mencapai Rp1,7 triliun. Pada kuartal keempat, pendapatan bersih naik 12 persen menjadi Rp5,3 triliun. Laba kotor tercatat Rp2,6 triliun, dan laba usaha naik 45,9 persen menjadi Rp854 miliar. Selain itu, EBITDA terakumulasi Rp1,3 triliun, dan laba bersih meningkat 121,7 persen menjadi Rp553 miliar.
“Perseroan mencatat pertumbuhan berkelanjutan, dan profitabilitas solid pada 2025. Portofolio brand kami tetap menjadi kekuatan utama, dan juga didukung permintaan pelanggan stabil sepanjang tahun. Itu mencerminkan konsistensi kami dalam operasional seluruh lini bisnis di tengah ketiddakpastian makroekonomi masih berlangsung,” tutur Ratih D. Gianda, VP Investor Relations, Corporate Communications and Sustainability MAP Group.
Kinerja Map Aktif juga didukung disiplin operasional makin kuat, termasuk mengoptimalkan manajemen biaya, dan back-end process membantu perusahaan tetap adaptif. Perusahaan juga terus mengembangkan model bisnis multi-channel dengan memperkuat platform digital seiring kehadiran gerai fisik untuk memenuhi beragam preferensi belanja pelanggan.
“Ke depan, kami tetap fokus pada pencapaian jangka panjang, bersikap waspada di tengah dinamika bisnis, dan geopolitik terus berkembang. Seiring upaya menjaga stabilitas operasional, Map Aktif juga mengoptimalkan inventory management sekaligus memastikan kesiapan jaringan gerai dalam memanfaatkan berbagai peluang. Kami yakin model bisnis terintegrasi akan menjadi pendorong utama pertumbuhan kami tahun ini, dan seterusnya,” harap Ratih. (*)
Related News
Deretan Top Gainers di Tengah IHSG yang Merah, Apa Saja?
Komisaris Multitrend Indo (BABY) Borong 2,17 Juta Saham, Ini Sosoknya
Kinerja Memburuk, Tiga Pentolan Ini Lepas Jutaan Saham BYAN
Ironi Anggota Lawas MSCI, EXCL Berbalik Rugi 286 Persen Kuartal I 2026
Bali United Ternyata Ada Sahamnya, Kodenya BOLA
Pantau Saham dengan Dividend Yield Jumbo Mei 2026, Nyampe 20 Persen





